Showing posts with label FAN FICTION. Show all posts
Showing posts with label FAN FICTION. Show all posts

Tuesday, October 2, 2012

A Box Of Love


     Hai... maaf ya cerbungnya aku pending~ lagi mau ngepost cerpen dulu~ btw info-info bisa langsyng diliat di twitter ya :) takut ga bisa update karena sekolah hehehe. Enjoy guys....


Aku cemburu bila kau dengannya dan aku harus melihatnya ..Aku cemburu karena kau adalah sebagian dari hatiku ..Aku cemburu melihat dia bisa membuatmu tersenyumHarusnya aku yang disana bukan dia

Itulah lirihan hati dari Ai yang menyenandungkan lagu itu saat istirahat di kelasnya. Hanya Ai yang tetap duduk diam di bangkunya dan gak beranjak keluar padahal kelasnya sudah kosong. Saat ini pikirannya benar-benar kacau. Otaknya terus saja memikirkan Rafael, cowok yang disukainya sejak 3 bulan yang lalu. Cowok yang kini telah menjadi pacar sahabatnya. Berulangkali Aiberusaha menghilangkan perasaannya itu tapi, hasilnya nihil. Semakin keras Ai berjuang maka rasa itu semakin kuat.

“Ai, kamu masih di sini ? Katanya mau nyusul aku sama cocoh ke kantin, kok gak jadi L ?”suara Lia membuyarkan lamunan Ai, Ai mendongak. DidapatinyaLia dan Rafael sudah duduk manis dihadapannya.
“Kamu sakit yah, Ai ? Muka kamu pucat banget, kamu pasti belum makan ya?”tanya Lia khawatir melihat pucatnya muka sahabatnya itu.
“Ngga kok, aku baik-baik aja cuma lagi malas ke kantin ..”jawab Ai bohong.
“Beneran nih kamu ngga kenapa-kenapa ?”lanjut Rafael sambil menatap Aidalam.

            Ai merasakan jantungnya berdegup kencang. Tatapan Rafael membuatnya semakin salah tingkah. Ai buru-buru menggelengkan kepala kuat-kuat sebelum ia hanyut dalam tatapan Rafael. Ai tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Lia dan Rafael mengetahui perasaannya yang sesungguhnya. Tentu itu akan jadi malapetaka untuknya dan untuk persahabatan mereka.
“Aku baik-baik aja kok Coh, beneran deh“jawab Ai sewajar mungkin.
Rafael pun mengangguk meski ia tidak yakin dengan jawaban Ai. Lia jadi ikut khawatir melihat sikap Ai.
“Neng , ntar sore aku sama Cocoh mau nonton. Kamu ikut yah siapa tau bisa bikin kamu happy lagi ..”ajak Lia ramah.
Dalam hati Ai langsung ngedumel. ”Gimana bisa happy kalau harus ngeliat kalian berdua bermesraan. ”pikir Ai.
“Sorry ya Li, nggak bisa. Nanti sore aku harus nganterin mama ke dokter gigi.”jawab Ai berbohong lagi.
Lia tampak kecewa. “Yaudah deh kalau gitu, next time aja yahh ..”
Ai mengangguk, tapi dalam hati dia berdoa semoga tidak ada next time, tidak untuk jalan bertiga dengan Lia dan Rafael. Ai merasa tak akan sanggup menyembunyikan perasaannya kalau harus jadi obat nyamuk nge-date mereka.

*******

Hari ini ada kabar menggemparkan di SMA Bina Budaya, kabarnya ada murid baru yang sangat menyihir mata kaum hawa di satu sekolah itu. Ternyata murid baru itu ditempatkan di kelas XI Alam 2, kelasnya Ai, Rafael dan Lia. Murid baru itu pindahan dari Bandung, namanya Bisma, Bisma Karisma. Cowok yang lumayan cool dengan senyumnya yang manis dan gigi kawat. Dengan pesonanya ia sudah membuat matakaum hawa penghuni kelas jadi tertuju padanya, tak terkecuali Lia. Sementara para kaum adam hanya melirik sebal termasuk Rafael yang haru berulang kali menyibukkan Lia agar tidak tergoda dengan Bisma yang masih berdiri di depan kelas. Hal yang terakhir ini membuat Ai terus menahan tawanya.

Akhirnya Bu Icha, wali kelas XI Alam 2 menyuruh Bisma memilih tempat duduk yang masih kosong, seketika itu semua cewek sibuk overacting supaya Bisma duduk tidak jauh dari mereka. Namun ternyata pilihan Bisma jatuh pada tempat duduk kosong di baris ketiga tepatnya di sebelah Ai yang memang dari awal tak memperdulikan kehadirannya. Ai sangat acuh bahkan senyum pun tidak. Padahal sedari tadi diam-diam Bisma memandangi Ai yang terlihat fokus memandang Rafael dan sesekali tersenyum sendiri.
“Boleh aku duduk di sini ??”Tanya Bisma pada Ai si gadis acuh.
Seketika itu juga Ai tersentak. Belum sempat dia menjawab, Bisma sudah duduk manis di sampingnya.
“Aku yakin kamu tidak keberatan kalau aku duduk di sini, Iya kan ?”ujar Bisma lembut sambil menatap Ai lekat-lekat.
“Diam itu artinya iya kan? Oke, mulai hari ini aku akan duduk di sini sama kamu. Anyway nama kamu siapa?”cerocos Bisma ngga berhenti. Ai ternganga melihat sikap Bisma itu.
“Aku belum bilang kalau kamu boleh duduk di sini “
“Emangnya ada alasan kenapa aku dilarang duduk di sini ?”tanya Bisma. Ai jadi bingung mau menjawab apa. Saat itu pun tatapan Ibu Icha tertuju pada Ai.
“Apa ada masalah Leia Iwanka? Kamu keberatan Bisma duduk di situ ?”tanya Bu Icha dengan tatapan angker. Otomatis Ai langsung menggeleng karena ciut.
Dan itu membuat Bisma tersenyum menang, “Ohh jadi nama kamu Leia, bagus juga ..”gumam Bisma jahil sambil tersenyum ditatapnya gadis di sebelahnya yang tengah mengerucutkan bibir karena kesal .

           
Sejak duduk sebangku dengan Bisma. Ai merasa hari-harinya di sekolah semakin kelabu. Ai merasa Bisma itu terlalu ingin tahu tentang dia, terlalu ikut campur dengan urusannya dan terlalu perhatian pula. Ia akui Bisma itu memang manis untuk ukuran cowok. Terlalu manis hingga jadinya menyebalkan. Banyak sekali kelakuan Bisma yang membuat Ai nyaris kehilangan kesabaran. Dan parahnya lagi, dia adalah orang pertama yang menyadari perasaan Ai yang sesungguhnya ke Rafael.
“Aku tau kamu suka sama Rafael.  Menurutku sih mending kamu buang jauh-jauh deh perasaan itu. Rafael udah punya pacar, sahabat kamu kan? Siapa itu namanya? Oiya Lia.Masa kamu mau ngerebut dia dan bikin Lia bersedih karena kamu?”ujar Bisma suatu hari.
Ai langsung menatap Bisma tajam. Rasanya Ai mau membekap mulut cowok itu dengan kain lap yang super bau saat itu juga. Ia merasa Bisma tidak ada hak untuk menceramahinya seperti itu. Tapi yang membuat Ai semakin tidak habis pikir adalah ketika Bisma memberikan sebuket bunga mawar merah untuknya di hadapan semua teman-teman mereka. Entah apa maksudnya, Ai juga tidak mengerti dan alhasil itu membuat teman-teman mereka menganggap kalau mereka pacaran, termasuk Lia dan Rafael. Jelas Ai tidak terima dengan ini, yang di sukainya Rafael, cowok charming bermata sipit bukan cowok tengil meyebalkan seperti Bisma itu. Hari ini Ai sama sekali tidak bisa konsen ke pelajaran. Ia merasa pusing dengan semua yang terjadi.

“Kamu kenapa Ai? Sakit?”tanya Bisma pelan.
“Kamu yang kenapa? Kenapa sih waktu itu kamu ngotot mau duduk sama aku ? Kenapa kamu harus sok peduli dengan perasaanku ? Ngga bisa apa kamu diam aja dan pura-pura gag tau tentang semuanya ? Aku benci kamu disini !!!”kata Ai setengah berteriak. Setelah itu Ai langsung keluar kelas tanpa ijin dengan pak Iman yang tengah mengajar. Membuat semuanya yang berada di kelas terbengong-bengong.
Lia yang melihat kejadian itu langsung meminta izin Rafael untuk pindah tempat duduk sebentar ke tempat sebelah Bisma, tempatnya Ai tadi.
“Bis, Ai kenapa?”tanya Lia pada Bisma.
“Gapapa”
“Kamu yakin?”
“Dia gasuka gue disini Li. Dia gamau liat gue lagi”
“Wait. Dont say you love her? It is true?”
Yang ditanya malah tak bersuara dan hanya menarik nafas panjang sambil menatap ke pintu tanpa ekspresi.
“Hm.... Okay.. I got it! Yaudah gue yakin kok, dia Cuma lagi pusing aja. Gue balik ke tempat Rafael dulu ya J”kata Lia sambil mengusap punggung Bisma dan kembali duduk di tempatnya  

“Semuanya terjadi di luar perkiraanku. Aku hanya ingin dia melupakannya. Aku tidak mau dia terluka karena perasaan itu. Dan lebih dari itu, karena aku…... Karena aku menyukainya, Aku menyukainya sejak pertama aku melihatnya. Ia membuatku tertarik karena hanya dia yang menolakku pada pandangan pertama. Tapi, kini ia malah membenciku. Ia menganggapku seorang pengganggu, bahkan ia benci aku ada di dekatnya.Jika sudah begini, apa lagi yang harus ku lakukan ?”pikir Bisma.

Dipandanginya foto-foto yang terpajang rapi di dinding kamarnya. Foto-foto Ai yang ia ambil secara diam-diam.Bisma berjalan mendekatidinding. Di ambilnya beberapa foto dari sana. Sesaat dipandanginya dengan pandangan sedih.Lalu dimasukannya lembaran-lembaran foto itu ke dalam kotak berwarna merah, warna kesukaan Ai bersamaan dengan selembar kertas putih dan sebuah kotak biru kecil.


Hari berganti hari, pelajaran sudah banyak terlewati. Sudah lima hari Bisma tidak masuk sekolah. Tidak ada seorang pun yang tau dia kemana. Tak sedikit murid SMA Bina Budaya bertanya pada Ai, tapi mereka selalu menerima jawaban yang sama yaitu, Ai tidak tau tentang Bisma. Ai berusaha menyibukkan diri dan tidak peduli serta membiasakan diri untuk tidak mencari tau kemana teman setempat duduknya itu. Padahal tanpa Ai sadari , kehadiran Bisma dan tingkah menyebalkannya perlahan-lahan membuatnya melupakan Rafael. Lia yang melihat Ai langsung meng-sms Bisma dan memintanya untuk segera bersekolah.

Ai sebenarnya sangat khawatir pada Bisma. Dia merasa sedikit kangen pada ocehan mulut Bisma yang kadang gak penting sama sekali. Sampai-sampai ia tidak sadar kalau ia sudah sampai di depan rumahnya dari tadi. Ya rumahnya dan SMA Bina Budaya memang dekat, masih satu wilayah komplek. Segera ia langkahkan kakinya menuju pintu rumahnya yang kecoklatan. Tiba-tiba Ai dikejutkan dengan sebuah kotak yang tergeletak di depan rumahnya. Di dalam kotak itu terdapat gambar dirinya dengan berbagai macam pose dan sebuah kotak biru kecil. Pandangan mata Ai yang sama sekali tidak focus ke kamera, membuatnya menyadari bahwa foto itu diambil secara diam-diam. Lalu ia langsung membuka kotak biru tadi, dan terdengarlah sebuah lagu, lagu ini sangat memorial di telinga Ai. Lagu itu adalah lagu favoritnya. Lagu kesayangannya dari kecil. Lagu itu adalah melodi karya ayahnya, Joseph Muhammad berjudul "Lihat sekitarmu"
Ai bertanya-tanya siapa pemilik kotak ini, kenapa dia bisa tau lagu ini, kenapa dia bisa tau semuanya padahal dia tidak pernah memberitahu siapapun kecuali Lia dan siapa orang yang diam-diam mengambil gambar dirinya. Ai mulai berfikir, gak mungkin banget kalau Lia yang memberikan ini semua. Lia bukan tipe orang yang hobi motret orang apalagi sampai nge-candid sahabatnya sendiri.

"Apa aku punya pengagum rahasia ya? Atau Cuma orang iseng? Huh menyebalkan!! Siapa sih yang iseng candid.. >_<"kata Ai sebal karena semua yang di kotak itu tidak menunjukkan tanda-tanda pengirimnya.

Tiba-tiba selembar kertas meluncur dari dalam kotak itu. Ai memungutnya. Ia terpana melihat tulisan tangan yang begitu rapi tersusun di sana.

Aku datang membawa pelangi untukumu tapi kau menolaknya
Aku datang membawa senja untukmu tapi kau menolaknya
Lalu kuputuskan untuk membawa hatiku satu-satunya, tapi kau tetap menolak bahkan menyentuhnya pun tidak..
Dimatamu hanya ada dia, aku hanya udara yang tak terlihat lalu kau tak pernah mau tau tentang hati dan perasaan kuu..
Yang diam-diam berharap dan mendamba, sama seperti yang kau lakukan
Kau membuatku seperti berteriak di tengah gurun
Kini tidak ada lagi yang bisa aku lakukan karena kau begitu membenciku dan tak ingin aku di dekatmu ..

Ai tertegun. Satu nama muncul di benaknya. Bersamaan dengan itu sebuah sms masuk ke ponselnya.

Aku menyukaimu Ai. Dan aku berharap kamu mengijinkanku untuk duduk lagi di sebelahmu , karena demi Tuhan, lima hari saja tidak melihatmu saja sudah membuatku gila -Bisma-

Ai sangat bingung. Ada sesuatu yang bergejolak. Entah kenapa dia tak bisa menahan diri untuk tersenyum dan saat itu juga sesuatu yang hangat mengalir dari mata cantiknya. Dia mulai tersadar. Ternyata hatinya bukan lagi milik pangeran sipitnya, tetapi hatinya sudah memilih si pangeran berbehel yang selalu hadir di hari-harinya belakangan ini. Ai ragu mungkinkah ia benar-benar menyukai Bisma atau Bisma hanya pelariannya. Ai menggeleng. Ya. Ya, sepertinya dia mulai menyukai Bisma. Ai kembali menukmati alunan melodi yang terdengar dari kotak musiknya, ia menutup matanya dan merasakan aura yang ada di sekitarnya.

“Aku kangen kamu Bisma ..”ucap Ai dengan memeluk kotak itu. 
Bisma yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon langsung tersenyum dan melangkah keluar menuju satu wanita di hadapannya. Wanita yang sangat dicintainya.
“Aku juga merindukanmu, Ai”ucapnya pelan di telinga Ai dengan tersenyum.Spontan Ai tercengang dan segera berbalik didapatinya Bisma sudah berada di belakangnya. Bahkan jarak mereka kini sangat dekat.
“Benarkan kamu merindukanku?”tanya Bisma begitu dia sudah berdiri dihadapan Ai. Ai hanya mengangguk lalu memeluk Bisma erat. Bisma terkejut dan bahagia sekaligus dengan anggukan itu, dia langsung membalas pelukan Ai sambil mengelus rambut Ai penuh sayang. Setelah berapa menit Bisma merenggangkan pelukannya dan menatap Ai dalam.
“I heart you“ucapnya lembut lalu mencium kening Ai.
“I heart you too. Terimakasih atas semuanya, Bisma :) “sahut Ai yang langsung disambut pelukan hangat Bisma
Mereka terus berpelukan hingga sadar mereka masih berada di teras rumah. Mereka segera masuk, Ai segera membuatkan Bisma minuman kesukaannya dan mereka terus berduaan di depan hingga Bisma pamit pulang karena tidak ingin mengganggu Ai dan merasa tidak enak berada di rumah wanitanya begitu larut. Sekali lagi Bisma mengecup kening Ai dan naik serta mengarahkan motor ninjanya menuju rumahnya. Bisma terus tersenyum karena semuanya, sepertinya usaha Bisma berhasil. Sebuah kotak cintanya telah diterima Ai dan ia yakin kotaknya itu akan disimmpan Ai selamanya :)





Buat yang mau komen langsung cus ke bawah yaaa~ atau langsung ke twitter ane ya gan, sist ;) - @BlueRanisa

Friday, June 22, 2012

Becca's Story Part 7

Becca dan Lia terperenjat kaget karena suara itu dan hendak mengintip ke dalam ketika tiba-tiba ada sepasang tangan menyentuh pundak mereka berdua. Mereka berdua sudah dag dig dug, bersamaan mereka melihat siapa pemilik tangan yang menyentuh pundak mereka.
  "Hei, kalian berdua siapa?"
  "Aku..." ucap Becca gugup. Di depanku ada seorang laki-laki kece yang curiga melihat kami.
  "Gak usah takut, kenalin gue Bisma. Bisma Rusdiantoro. Kalian siapa? Kenapa ada disini? Gimana cara kalian masuk kesini?"
  "Gue Lia, temennya Dicky. Gue mau nemuin DIcky. Ya kami bisa masuk kesini pastinya karena pengawal lo tau gue"
  "Hmm.. Ok. So what are you doing here? Dicky kan di dalam, ngapain nunggu diluar?"
  "Sepertinya di rumah ini sedang ada yang ribut, makanya kami tidak ingin langsung masuk begitu"
  "Hahaha.. Tenang saja, memang selalu begitu. Ayo masuk, duduk dulu aja" kata Bisma menyuruh kami masuk dan mempersilahkan Lia dan Becca duduk di ruang tamu. Sementara itu dia pergi ke sebuah kamar dan sepertinya memanggilkan Dicky agar keluar dan menemui kedua gadis itu.

Gak lama, Dicky keluar dan kaget. Kaget karena sahabatnya, Lia bisa ada di rumahnya dan bersama Becca pula. Dicky yang kaget, lalu duduk dalam bengongnya dan membuat Lia mencubitnya. "Auuuu"teriak Dicky.
  "Apa banget sih lo, Li. Nyubit segala, sakit tauk"
  "Hahaha :D abisnya elo bengong sih, Kyyy"kata mbak Lia sambil tertawa
  "Bytheway kenapa kalian kesini? Tumben banget-___-"
  "tas aku ketinggalan di mobil kakak. Makanya aku minta anterin Mbak Lia"
  "Tas? Oiya ada. Bentar ya.. Bis.. Bismaaaaaa..."kata Dicky sambil berteriak kepada Bisma yang lewat.
  "Aye naon kang?"
  "tolong ambilkeun tas ungu di kamar aing dong.."
  "Wooo Dicky,, lagi ngalus yeee? :p ogah. I want to meet my uncle bye~"kata Bisma dengan senyum mengejek.
  "Hufft-__- dasar Bisma. Bentar ya, aku ambil di kamar"kata Dicky permisi ke kamarnya untuk mengambil tas sekolahku. gak lama dia sudah kembali dan memberikan sebuah tas ungu kepada Becca.
  "Arigato gonzaimas kak^_^"kata Becca setengah membungkuk.
  "Iya sama-sama, eh Li, besok SM*SH ada perform di mall deket rumah kamu, kalian dateng ya.. Nanti gue jemput deh.."kata Dicky mengajak Lia dan Becca.
  "Hmm.. Yaudah, bbm wae~ be te we ane permisi ya, Ky. Ga enak tadi pas berangkat gak bilang orangtua soalnya hehe"
  "Wooo dasar lo... Yaudah, hati-hati nyetirnya, jangan bikin Becca shock :p"
  "Hahaha siaaaaap.. Gue pasti jagain dia buat lo kok broo"kata Mbak Lia sambil mengajakku berjalan keluar dan masuk ke mobil. Mbak Lia segera mengarahkan mobilku kembali kerumah. Di rumah Mbak Lia malah asik telfonan dengan Dicky, Becca yang melihatnya jadi cemburu :( Dia akhirnya memutuskan tidur dan berdoa agar besok adalah harinya karena Dicky akan menjemputnya untuk nonton SM*SH perform :)


Kira-kira gimana ya ceritanya Dicky sama Lia??
Apa Dicky juga suka Becca??
Apa kejadian seru di saat SM*SH perform??
Tunggu partnyaaaaa<3

Monday, May 7, 2012

Becca's Story Part 6




  Hari ini adalah TIME TO NARSIS WITH BECCA. Gue dan dia sama-sama gila ekspresi dan foto, kita gak pernah puas buat foto-foto, pasti bakal ketagihan. Abis capek foto-foto, kita berdua melihat hasil fotonya di kamera SLR gue. Hinggaaaa...




    Hinggaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....


    KRRRIIIINGGGGG!!!
    KRIIINGGGG!!!!


    "Itu suara apa ya Kak?"
    "Ha? Itu suara alarm paling"
    "Alarm? For what???'Becca ask to me
    Baru saja gue mau ngejawab tiba-tiba beberapa bodyguard narik gue dan Becca ke mobil. Di mobil gue baru sadar itu tadi alarm apa. "Pak Maman, kenapa ini? Kenapa saya ditarik begini? Mobil saya masih di sana".
    "Maaf Dicky, bapak cuma menjalankan tugas ini."
    "Siapa lagi yang nyuruh?"
    "Mama????"
    "Bukan. Tapi Tuan besar"
    "Papa? Papa pulang??"
    "Iya Dick. Maaf. Bapak ganggu tadi"
    "Kak, bapak ini saha?"
    "Bapak ini teh supirnya SM*SH :) maaf ya kamu teh jadi terlibat :("
    "I am okey, kak... But, what happen now?"
    "No problem. Bapa ini cuma disuruh buat jemput aku. Hmm.. Tapi kayaknya aku nganter kamu dulu deh ya :)"
    "Ok. Kak :)"jawab Becca. Dicky pun berbicara alamat Becca pada Pak Maman. Mobil itu langsung melaju menuju tempat yang dituju. Setelah sampai di rumahnya, Becca langsung turun dan masuk ke dalam. Sementara Dicky dan bodyguard nya langsung menuju ke rumah Dicky.


---Becca's POV---
    Aku memasuki rumahku dengan malas. Langsung kurebahkan badanku di sofa dan tidur. Ketika sedang asik menuju alam mimpi, Mbak Lia membangunkanku, "Bec, kok langsung tidur? Caritalah sama Mbaak"
    "Hufft"kataku sambil menghirup nafas dan mulai bercerita, "bla bla bla bla"
    "Oh gitu ceritanya, yaudah sekarang kamu tuker buku aja dulu"
    "Oke mbak. Astaga mbaaaaakkk"kataku menepuk jidatku.
    "Kunaon neng?"
    "Tas nya teh di mobilnya Kak Dicky tea. Kunaon ini X_X"
    "Udah sekarang kamu mandi, nanti abis itu kerumah Dicky. Deal?"
    "DEAL :) Makasiih Mbaaaak"kataku langsung berlari ke kamar setelah memeluk Mbak Lia.


    "Hmm... Pake semi dress apa casual aja ya? :>"
    "Ah pakai semi dress aja atuh neng :-p"kata Mbak Lia yang tiba-tiba udah muncul disampingku.
    "Mbaak :( ngagetin wae iiih >_<"
    "Hahaha, udah buruan, sebelum terlalu malam"
    "Iya Mbak, nanti aku nyusul ke bawah"kataku sambil memakai semi dress berwarna soft pink dan segera berjalan ke mobil di bawah tangga. Ya, Mbak Lia memang bisa mengenderai mobil, tapi terkadang malas untuk mengendarainya-__-" nambah polusi kalo kata Mbak Lia. Mbak Lia dan aku segera menuju rumah Kak Dicky.


    Sesampainya disana, aku segera turun dari mobil dan hendak memencet bel, tapi sayang, tiba-tiba terdengar suara...


   PRAAAAANGGG!!!!!!!


---AUTHOR POV---


    Becca dan Lia terperenjat kaget karena suara itu dan hendak mengintip ke dalam ketika tiba-tiba ada sepasang tangan menyentuh pundak mereka berdua.




Suara apakjah itu???
Siapakah yang menyentuh pundaknya??
Wait a moment seee yaaaa <3

Sunday, April 29, 2012

Becca's Story Part 5

Hei yoooww~ what's up??
Sorry because the next part so long guys >.<

---Becca's POV---
    I am still cann't believe. My idol, Dicky, pick me. Oh my god. I think I'm still sleep now. Yeah, I'm sleep now. Sleep. Ku cubit tanganku, sakit. Hufft berarti gak mimpi euy. Ku lirik ke kanan, Dicky masih sibuk menyetir, entahlah mau dia bawa kemana aku, yang jelas kata dia, tempat special.


   And do you know? He's bring me to a beautiful restaurant with very sweet atsmosphere <3 I feel so suprised with what he does. He opened the car door for me and invited me to sit between the fountain and a small stage. A waitres give us a medium steak with special sauce. I cut the meat slowly and try. "Hmmm.. Yummy.." I said to myself with closed eyes. Suddenly I heard someone was singing a beautiful song. I opened my eyes. And I see.. I see Dicky in the stage, he's playing a piano and singing. After singing, he sit down in front of me and eat the steak. He smiled as he chewed. 


---Dicky's POV---
  Becca.. Hmm.. She's so special, tapi sekarang gue masih tahap pengenalan ke dia, takut dia gak suka gue. Ya kalau kata Reza step by step. Hahaha..


  >>>FLASHBACK<<
    "Lia, I like your sister"
    "Hahaha, I know Dicky, so how I can more close with her?"
    "Hmm.. I think today, because tomorrow is saturday and today I want to pick her in her school, but I think if you.."
    "Of course, I can pick her, Lia. Ah I so glad to have you! You are the best Li."
    "Hahaha, iya sama-sama, Dick. Tapi kamu yakin bisa jemput dia?"
    "Yakinlah, emang kenapa?"
    "Gak ada jadwal latihan bareng khem, temen-temen artismu?"
    "Ha? Maksud kamu SM*SH? Gak kok, hari ini latihan malam :)"
    "Ok. Havefun Dick. Don't forget to pick her. NOW.. hehe"
    "Ya, thankyou Lia..."
>>>FLASHBACK END<<<


   Ya, itu adalah percakapan gue dengan Lia beberapa waktu lalu via handphone. Lia memang mengetahui tentang ini sejak awal, bahkan Lia juga yang membantu membuka jalannya. Lia teman bahkan sahabatku, ya dia memang jarang melihat aku dari sisi keeksisanku di media. Dia bahkan gak tau apa-apa tentang SM*SH, padahal SM*SH lagi happening banget. Ya dia gak kurang gaul sih, dia tau SM*SH tapi ya itu karena SM*SH sering jadi bahan di sosial media dan dia gak pernah berniat buat nyari tau tentang SM*SH.


   Back to the restaurant...
   I look Becca so excited with this place. I smile when she's said, 'Waw. This scenery so cool. I like it". I feel happy when she's said that. Alhamdulillah sesuatu banget kalo kata Syahrini. Tempat ini adalah salah satu kenangan kedua orangtua gue disaat mereka masih bersama. Sayang, sekarang mereka jarang kesini, karena mengurus gue dan 2 adik gue, Arinta dan Nisa. Tempat ini adalah tempat dimana papa mama gue dinner pertama kali, makanya gue seneng banget pas tau Becca suka tempat ini disaat kencan pertama kita berdua^^.


   Hari ini adalah TIME TO NARSIS WITH BECCA. Gue dan dia sama-sama gila ekspresi dan foto, kita gak pernah puas buat foto-foto, pasti bakal ketagihan. Abis capek foto-foto, kita berdua melihat hasil fotonya di kamera SLR gue. Hinggaaaa...


    Hinggaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....








    Pengen banget tau???


    Next part guys! follow @BlueRanisa :)

Tuesday, April 10, 2012

BECCA's Story Part 4

Jaihooo.. I'm back^^

Today is last day of 2nd TUKPD :( That means 1 months again is time to fighting. Huffft.. UJIAN NASIONAL>...< Dagdigdug banget :( takut gabisa huhu. Lagi asik-asiknya jalan sambil bengong. My friend shout my name, "BECCAAAA!!!"
"Oh my god Cherlyyy-___- what happen?"
"Ah. You so.. Do you know I was call you and say hello. But you just walk and not smile to me huhu. Loe kesurupan?"
"Hahahaha gak laaah.. Apa banget deh-__-"
"Eh, dijemput hari ini?"
"Hehehe iya, paling sama Mbak Lia. Kan dia lagi libur sekolah gitu"
"Oalah. Yaudah, gue duluan ya.."kata Cherly menjauh dan menaiki mobil jemputan sekolah. Yaps. In my school, we have pick and drop service, but Mama gak pernah bolehin aku naik itu. Lagi asik-asik nunggu. Tiba-tiba Mbak Lia sms.


From: Mbak Lia
Dear my sist, sorry. I can't go to your school. 
Nanti ada yang jemput kamu kok.
Sabar ya Becca :* salam cinta

Huuffffttt... Mbak Lia >:O. You so bummer!!!. She's was said to me this morning, she's will going to pick up me, and now! She's say cannot. Arrgghh >:O.. If I know this, I'm able to back to home with the shcool car pool. When I'm grumbling, came a Ferarri Elise Ardent, with red metallic. That's so cool.. The top of the car openend and I can see a guy with high school uniform. He told me to get into the car. But I don't want, because I don't know him. So, he opened his glasses and smilled and said, "Have you forgotten me?" 

And do you know who is him??

He is...

Oh my god. That's DICKY. MUHAMMAD DICKY PRASETYA. My idol and hmm.. My sister friend :O. So, I get into the car and smile to Dicky.
"Sorry, I don't know your car :)"
"Hahaha, not problem. Maklum aku juga jarang bawa mobil yang ini hehe"
"Bytheway, why you in here?"
"Hmm.. Saya yang suruh Lia biar saya yang jemput kamu"
"Ha? Why?"
"I just want to wasting time with you. Can you?"
"Hmm.. I think I can, because tomorrow is saturday :)"
"Okay. Use your seat belt and pray :)"said Dicky, then the car leaving my school.

For the next....
See ya at part 4 dear <3
By the way this is Dicky's car.

DICKYcar
Dicky's car :o



Monday, April 9, 2012

Becca's Story Part 3

"Hmm.. Mobil siapa nih di depan? Itu juga siapa tuh? Cowok? Jangan-jangan pacar Mbak Lia lagi. Udahlah, aku lewat pintu samping aja."batinku sambil jalan ke pintu yang terletak di samping rumah dekat tempat parkir mobil. Aku masuk diam-diam ke kamar biar gak ganggu Mbak Lia dan pacarnya itu.

Gak lama setelah aku masuk kamar, ibu nyamperin, "Hayoo.. Si eneng naon eta masuk kamar ngendep-ngendep?"
"Ah >.< ibuuu... ngagetin aja. Nteu naon. Cuma gamau ganggu Mbak Lia yang lagi pacaran aja di depan, Bu."
"Pacaran? Mbakmu itu ndak pacaran, Ndok. Itu temannya, namanya teh Daki, Deki, apa Dogi ya? Ya pokoknya gitu lah."
"Ha? Kok ibu tau?"
"Iya, udah sering dia teh main kesini, kamu aja yang belum pulang. Dia baik, ndok"
"Ah ibu gabilang, bytheway bu, masak gak? Lapeer"kataku dengan muka lemas.
"Masak, Ndok. Ada nasi bakar ayam. Mau?"
"Mau... Anter kesini ajah ya buuu.."kataku mengoda biar Ibu bawain ke atas.
"Iya, tunggu ya neng."

---Lia's pov---
Aku melihat Ibu baru turun dari lantai atas, masak iya si Becca udah pulang, kan belum jam 4. Tapi wait, itu Ibu nyiapin makanan di dapur kayaknya. Akupun permisi ke belakang bentar. Aku samperi ibu yang sibuk menata makanan.

"Bu, makanan buat saha eta?"
"Buat si dede, neng"
"Ha? Si Becca udah pulang? Kok aku galiat?"
"Gimana mau liat? Wong dia aja ngendap ke rumah-__- takut ganggu kamu katanya."
"Alah, alah. Jangan dianterkeun ibu makanannya. Biar aku aja teriak, dia harus turun"
"Nteu gitu sama adik sendiri."
"Nteu apa-apa ibuu.."kataku ke ruang tengah dan berteriak ke atas, "Dedeee... Beceeekkk.. Turun kamu.. Buruaaaan.."

---Lia's pov end---

Why Mbak Lia shouted from downstairs anyway-__- Dia kan lagi pacaran *eh-__- used to shout that I ate at the downstairs-__- Mbak Lia so weird :p With lazy steps, I walked slowly to the bottom floor and I got Mbak Lia is ready at the dinner table with her friend. I choose a chair beside Mbak Lia without looking to her and her friend, and began to pray before lunch. But Mbak Lia stoppped me and introduced her friend to me. "Becca, this is Dicky. Dicky, this is Becca :)"

"Hello" I said while looking Mbak Lia friend.
"Hi Becca :) I'm Dicky" he said, awed and make him confused.
"BECCAAAAA!!" Mbak Lia shouted in my ear and made me back to realize.
"Mbak-__- aku gak budek"kataku kembali melanjutkan mengambil makanan yang tertunda ini hehe.

After lunch together, Dicky permission to return to his house. He said he's training schedule with his friends. Mbak Lia drove up to the car and closed the gate of our house. I only go back to my room and riveted. Mbak Lia is aware I wiggle my direct stare and ask, "Are you okayy, Bec?"
"I am okay, Mbak."
"Really? I'm not sure~"
"Apaan sih Mbak~ Udah ah mau tidur"
"Ah elaaah~ tuh kan ngeyesss.. Kamu suka Dicky de?"
"Ha? Gak *mukamalu* apaan sih, Mbak-_- kenal aja baru tadi."
"Boong... Diakan personil SM*SH"
"Ha? Jadi bener? :o"
"Apaan?"
"Gak, dari tadi Ecca tuh ingung, kayaknya muka temen Mbak tuh familiar"
"Ah elah kamu-___- suka sama dia de? Want to know his blackberry pin?"
"Do you have? :o"
"Yoiiih~ Mbak gitu.. Hahaha, nih pinnya invite gih, 26FDC3B1"
"Thanks, Mbaaakkk.. Udah sana aku mau tidur dulu, lusa TO nih-___-"
"Selamat tidur adik kecil"


Mau tau kelanjutannya?
Pantengin terus yaaa.. <3 
Jangan lupa comment^^

Thursday, April 5, 2012

Becca's Story Part 2

---DICKY's pov---
    
    The girl. Gue harus tau nama dia, gapeduli gimana caranya. Wait. Itu kan mbak mbak yang bareng si cewek tadi. Hmm.. Cafe depan lumayan sepi, kayaknya bisa nih gue keluar.. 

"Mba, can we talk a minute? Just a moment"kataku sambil menarik Mbak tersebut ke cafe seberang artist room setelah gue mengiyakan kalau aku adalah yang bernyanyi di panggung tadi.

At the cafe, I introduced my self and asked the name of this Ma'am.
"Lia, just call me Mbak Lia."
"Ok, Mbak Lia :) I want to know the name of the girl. Yang tadi menonton bersama Mbak."
"Yang mana? Ada 2 orang"
"Yang rambut panjang, Mbak"
"Why you asking about her?"
"I want to know her more"
"She's Becca, my step-mother is her nanny. Her parents worked in Singapore, rarely came back to Indonesia, is usually transfer the money to her, me and her driver. At home too there is only me, her, two drivers, and two maid."
"Oh, so Becca alone without parents?"
"Yes, her parents left her to work there since 5 years ago. When he was 4th grade."
"Well, can I get her adress?"
"For what? No. Sorry"
"Okey, thank you for the time, Mbak Lia. If you meet Becca later, don't tell her that we have met. I must go, SM*SH already out of artist room"kata gue sambil nunjuk ke arah SM*SH yang lagi dikawal security di mall ini.
"Wait. Dicky."
"Ya, Mbak?"
"Can we take a picture first?"
"Of course, by the way this my number 08567812xxxx. Bisakah Mbak misscall saya?"kata gue sambil menulis nomer gue, misscall dan memfoto kami berdua dengan 2 kali foto di handphone Mbak Lia dan 2 kali lagi dengan handphone gue. Setelah itu gue langsung berlari ke dalam rombongan menuju mobil dengan kepungan para security-__-"

---DICKY's pov end---

Becca just realized that Mbak Lia disappeared, langsung lah dia mencari dimana gerangan si Mbak Lia ini. Tenyata... Mbak Lia lagi shopping di salah satu toko baju di mall itu-__- Becca langsung menghampirinya, "Mbak Liaaaa.... Where are you before? I'm looking for you :("
"Hahaha, what's up Bec? I want to buy a clothes to my cousin in Padang."
"Oalah-__- udah nemu?"
"Already dear.. Tinggal bayar, mau bayarin? :p" said Mbak Lia.

Finally... I and Mbak Lia back to home with a cab. When arrived at home, I ate, continued to shower and go to my room. In my room, gue langsung ngerebahin diri di kasur~ pas lagi mau check bb yang ketingglan, Mbak Lia ngetok.
"Bec, Beccaa.."
"Iya, Mbaaak.."kata gue sambil buka pintu.
"Ini minum vitamin dulu baru tidur"
"Iya Mbaaak, iyaaa.. Eh si Ibu belum pulang Mbak?"
"Belum, masih ke pasar sama Pak Sugeng"
"Bapak?" 
"Bapak mah masih di bengkel kan benerin mobil yang CRV"
"Oiya-__- yaudah, Mbak Lia temenin aku tidur aja yuk. Kan ada Bi Inem dibawah"
"Yaudah"kata Mbak Lia sambil nemenin aku tidur. Mbak Lia itu anaknya Bapak, Bapak itu supirnya Papa dari dulu masih belum nikah. Nah kalo Ibu, dia istri bapak, tapi ibu tirinya Mbak Lia, karena ibu Mbak Lia udah gak ada. Bapak sama Ibu ini yang ngasuh aku dari kecil dari sejak aku belum lahir dia udah disini, ya bisa dibilang mereka orangtua angkatku di Jakarta, makanya aku deket banget sama keluarga Ibu dan Bapak, bahkan Mbak Lia udah aku anggep kakak kandungku sendiri. Papa sama Mama kerja di Singapore udah sejak aku kelas 4 SD, mereka berdua orang bisnis. Jadi ya dimaklumin aja kalau sibuk~ 

Pas lagi enak-enak tidur, bb Mbak Lia bunyi. Ada nama "Dicky calling" gue langsung jawab telefon itu, "Hallo"
"Hallo, ini Mbak Lia?"
"Bukan, ini adiknya. Mbak Lia lagi tidur. Ini siapa?"
"Ini Dicky. Yaudah deh makasih."kata seseorang yang bernama Dicky itu. 

Waktu berjalan dan berjalan~ liburan kemarin usai, aku udah mulai sekolah lagi. Aku sekolah di SMP Pelangi. Kelas 9. Satu yang aku takutin adalah... UJIAN NASIONAL T^T. Hari ini sekolah aku pulang lebih cepat, aku yang awalnya mau minta jemput bapak, gak jadi, karena salah satu temanku mengajakku pulang bersama. Sesampai dirumah, aku melihat ada mobil. Mobil ini bukan salah satu mobil keluargaku, pas aku masuk aku lihat ada satu cowok lagi duduk di situ.

Who is the boy??
Hmmm... next part dongggg... <3
Don't forget to comment