Tuesday, October 2, 2012

A Box Of Love


     Hai... maaf ya cerbungnya aku pending~ lagi mau ngepost cerpen dulu~ btw info-info bisa langsyng diliat di twitter ya :) takut ga bisa update karena sekolah hehehe. Enjoy guys....


Aku cemburu bila kau dengannya dan aku harus melihatnya ..Aku cemburu karena kau adalah sebagian dari hatiku ..Aku cemburu melihat dia bisa membuatmu tersenyumHarusnya aku yang disana bukan dia

Itulah lirihan hati dari Ai yang menyenandungkan lagu itu saat istirahat di kelasnya. Hanya Ai yang tetap duduk diam di bangkunya dan gak beranjak keluar padahal kelasnya sudah kosong. Saat ini pikirannya benar-benar kacau. Otaknya terus saja memikirkan Rafael, cowok yang disukainya sejak 3 bulan yang lalu. Cowok yang kini telah menjadi pacar sahabatnya. Berulangkali Aiberusaha menghilangkan perasaannya itu tapi, hasilnya nihil. Semakin keras Ai berjuang maka rasa itu semakin kuat.

Ai, kamu masih di sini ? Katanya mau nyusul aku sama cocoh ke kantin, kok gak jadi L ?”suara Lia membuyarkan lamunan AiAi mendongak. DidapatinyaLia dan Rafael sudah duduk manis dihadapannya.
“Kamu sakit yah, Ai ? Muka kamu pucat banget, kamu pasti belum makan ya?tanya Likhawatir melihat pucatnya muka sahabatnya itu.
“Ngga kok, aku baik-baik aja cuma lagi malas ke kantin ..”jawab Ai bohong.
“Beneran nih kamu ngga kenapa-kenapa ?”lanjut Rafael sambil menatap Aidalam.

            Ai merasakan jantungnya berdegup kencang. Tatapan Rafael membuatnya semakin salah tingkah. Ai buru-buru menggelengkan kepala kuat-kuat sebelum ia hanyut dalam tatapan Rafael. Ai tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Lia dan Rafael mengetahui perasaannya yang sesungguhnya. Tentu itu akan jadi malapetaka untuknya dan untuk persahabatan mereka.
“Aku baik-baik aja kok Coh, beneran deh“jawab Ai sewajar mungkin.
Rafael pun mengangguk meski ia tidak yakin dengan jawaban AiLia jadi ikut khawatir melihat sikap Ai.
“Neng , ntar sore aku sama Cocoh mau nonton. Kamu ikut yah siapa tau bisa bikin kamu happy lagi ..”ajak Lia ramah.
Dalam hati Ai langsung ngedumel. ”Gimana bisa happy kalau harus ngeliat kalian berdua bermesraan. ”pikir Ai.
“Sorry ya Li, nggak bisa. Nanti sore aku harus nganterin mama ke dokter gigi.”jawab Ai berbohong lagi.
Lia tampak kecewa. “Yaudah deh kalau gitu, next time aja yahh ..”
Ai mengangguk, tapi dalam hati dia berdoa semoga tidak ada next time, tidak untuk jalan bertiga dengan Lia dan Rafael. Ai merasa tak akan sanggup menyembunyikan perasaannya kalau harus jadi obat nyamuk nge-date mereka.

*******

Hari ini ada kabar menggemparkan di SMA Bina Budaya, kabarnya ada murid baru yang sangat menyihir mata kaum hawa di satu sekolah itu. Ternyata murid baru itu ditempatkan di kelas XI Alam 2, kelasnya Ai, Rafael dan Lia. Murid baru itu pindahan dari Bandung, namanya Bisma, Bisma Karisma. Cowok yang lumayan cool dengan senyumnya yang manis dan gigi kawat. Dengan pesonanya ia sudah membuat matakaum hawa penghuni kelas jadi tertuju padanya, tak terkecuali Lia. Sementara para kaum adam hanya melirik sebal termasuk Rafael yang haru berulang kali menyibukkan Lia agar tidak tergoda dengan Bisma yang masih berdiri di depan kelasHal yang terakhir ini membuat Ai terus menahan tawanya.

Akhirnya Bu Icha, wali kelas XI Alam 2 menyuruh Bisma memilih tempat duduk yang masih kosong, seketika itu semua cewek sibuk overacting supaya Bisma duduk tidak jauh dari mereka. Namun ternyata pilihan Bisma jatuh pada tempat duduk kosong di baris ketiga tepatnya di sebelah Ai yang memang dari awal tak memperdulikan kehadirannya. Ai sangat acuh bahkan senyum pun tidak. Padahal sedari tadi diam-diam Bisma memandangi Ai yang terlihat fokus memandang Rafael dan sesekali tersenyum sendiri.
“Boleh aku duduk di sini ??”Tanya Bisma pada Ai si gadis acuh.
Seketika itu juga Ai tersentak. Belum sempat dia menjawab, Bisma sudah duduk manis di sampingnya.
“Aku yakin kamu tidak keberatan kalau aku duduk di sini, Iya kan ?”ujar Bisma lembut sambil menatap Ai lekat-lekat.
“Diam itu artinya iya kan? Oke, mulai hari ini aku akan duduk di sini sama kamu. Anyway nama kamu siapa?cerocos Bisma ngga berhenti. Ai ternganga melihat sikap Bisma itu.
“Aku belum bilang kalau kamu boleh duduk di sini “
Emangnya ada alasan kenapa aku dilarang duduk di sini ?”tanya Bisma. Ai jadi bingung mau menjawab apa. Saat itu pun tatapan Ibu Icha tertuju pada Ai.
“Apa ada masalah Leia Iwanka? Kamu keberatan Bisma duduk di situ ?”tanya Bu Icha dengan tatapan angker. Otomatis Ai langsung menggeleng karena ciut.
Dan itu membuat Bisma tersenyum menang, “Ohh jadi nama kamu Leia, bagus juga ..”gumam Bisma jahil sambil tersenyum ditatapnya gadis di sebelahnya yang tengah mengerucutkan bibir karena kesal .

           
Sejak duduk sebangku dengan Bisma. Ai merasa hari-harinya di sekolah semakin kelabu. Ai merasa Bisma itu terlalu ingin tahu tentang diaterlalu ikut campur dengan urusannya dan terlalu perhatian pula. Ia akui Bisma itu memang manis untuk ukuran cowok. Terlalu manis hingga jadinya menyebalkan. Banyak sekali kelakuan Bisma yang membuat Ai nyaris kehilangan kesabaran. Dan parahnya lagi, dia adalah orang pertama yang menyadari perasaan Ai yang sesungguhnya ke Rafael.
“Aku tau kamu suka sama Rafael.  Menurutku sih mending kamu buang jauh-jauh deh perasaan itu. Rafael udah punya pacar, sahabat kamu kan? Siapa itu namanya? Oiya Lia.Masa kamu mau ngerebut dia dan bikin Lia bersedih karena kamu?”ujar Bisma suatu hari.
Ai langsung menatap Bisma tajam. Rasanya Ai mau membekap mulut cowok itu dengan kain lap yang super bau saat itu juga. Ia merasa Bisma tidak ada hak untuk menceramahinya seperti itu. Tapi yang membuat Ai semakin tidak habis pikir adalah ketika Bisma memberikan sebuket bunga mawar merah untuknya di hadapan semua teman-teman mereka. Entah apa maksudnya, Ai juga tidak mengerti dan alhasil itu membuat teman-teman mereka menganggap kalau mereka pacaran, termasuk Lia dan Rafael. Jelas Ai tidak terima dengan ini, yang di sukainya Rafael, cowok charming bermata sipit bukan cowok tengil meyebalkan seperti Bisma itu. Hari ini Ai sama sekali tidak bisa konsen ke pelajaran. Ia merasa pusing dengan semua yang terjadi.

“Kamu kenapa Ai? Sakit?”tanya Bisma pelan.
“Kamu yang kenapa? Kenapa sih waktu itu kamu ngotot mau duduk sama aku ? Kenapa kamu harus sok peduli dengan perasaanku ? Ngga bisa apa kamu diam aja dan pura-pura gag tau tentang semuanya ? Aku benci kamu disini !!!”kata Ai setengah berteriak. Setelah itu Ai langsung keluar kelas tanpa ijin dengan pak Iman yang tengah mengajar. Membuat semuanya yang berada di kelas terbengong-bengong.
Lia yang melihat kejadian itu langsung meminta izin Rafael untuk pindah tempat duduk sebentar ke tempat sebelah Bisma, tempatnya Ai tadi.
“Bis, Ai kenapa?”tanya Lia pada Bisma.
“Gapapa”
“Kamu yakin?”
“Dia gasuka gue disini Li. Dia gamau liat gue lagi”
“Wait. Dont say you love her? It is true?”
Yang ditanya malah tak bersuara dan hanya menarik nafas panjang sambil menatap ke pintu tanpa ekspresi.
“Hm.... Okay.. I got it! Yaudah gue yakin kok, dia Cuma lagi pusing aja. Gue balik ke tempat Rafael dulu ya J”kata Lia sambil mengusap punggung Bisma dan kembali duduk di tempatnya  

“Semuanya terjadi di luar perkiraanku. Aku hanya ingin dia melupakannya. Aku tidak mau dia terluka karena perasaan itu. Dan lebih dari itu, karena aku…... Karena aku menyukainya, Aku menyukainya sejak pertama aku melihatnya. Ia membuatku tertarik karena hanya dia yang menolakku pada pandangan pertama. Tapi, kini ia malah membenciku. Ia menganggapku seorang pengganggu, bahkan ia benci aku ada di dekatnya.Jika sudah begini, apa lagi yang harus ku lakukan ?”pikir Bisma.

Dipandanginya foto-foto yang terpajang rapi di dinding kamarnya. Foto-foto Ai yang ia ambil secara diam-diam.Bisma berjalan mendekatidinding. Di ambilnya beberapa foto dari sana. Sesaat dipandanginya dengan pandangan sedih.Lalu dimasukannya lembaran-lembaran foto itu ke dalam kotak berwarna merah, warna kesukaan Ai bersamaan dengan selembar kertas putih dan sebuah kotak biru kecil.


Hari berganti hari, pelajaran sudah banyak terlewati. Sudah lima hari Bisma tidak masuk sekolah. Tidak ada seorang pun yang tau dia kemana. Tak sedikit murid SMA Bina Budaya bertanya pada Ai, tapi mereka selalu menerima jawaban yang sama yaitu, Ai tidak tau tentang Bisma. Ai berusaha menyibukkan diri dan tidak peduli serta membiasakan diri untuk tidak mencari tau kemana teman setempat duduknya itu. Padahal tanpa Ai sadari , kehadiran Bisma dan tingkah menyebalkannya perlahan-lahan membuatnya melupakan Rafael. Lia yang melihat Ai langsung meng-sms Bisma dan memintanya untuk segera bersekolah.

Ai sebenarnya sangat khawatir pada Bisma. Dia merasa sedikit kangen pada ocehan mulut Bisma yang kadang gak penting sama sekali. Sampai-sampai ia tidak sadar kalau ia sudah sampai di depan rumahnya dari tadi. Ya rumahnya dan SMA Bina Budaya memang dekat, masih satu wilayah komplek. Segera ia langkahkan kakinya menuju pintu rumahnya yang kecoklatan. Tiba-tiba Ai dikejutkan dengan sebuah kotak yang tergeletak di depan rumahnya. Di dalam kotak itu terdapat gambar dirinya dengan berbagai macam pose dan sebuah kotak biru kecil. Pandangan mata Ai yang sama sekali tidak focus ke kamera, membuatnya menyadari bahwa foto itu diambil secara diam-diam. Lalu ia langsung membuka kotak biru tadi, dan terdengarlah sebuah lagu, lagu ini sangat memorial di telinga Ai. Lagu itu adalah lagu favoritnya. Lagu kesayangannya dari kecil. Lagu itu adalah melodi karya ayahnya, Joseph Muhammad berjudul "Lihat sekitarmu"
Ai bertanya-tanya siapa pemilik kotak ini, kenapa dia bisa tau lagu ini, kenapa dia bisa tau semuanya padahal dia tidak pernah memberitahu siapapun kecuali Lia dan siapa orang yang diam-diam mengambil gambar dirinya. Ai mulai berfikir, gak mungkin banget kalau Lia yang memberikan ini semua. Lia bukan tipe orang yang hobi motret orang apalagi sampai nge-candid sahabatnya sendiri.

"Apa aku punya pengagum rahasia ya? Atau Cuma orang iseng? Huh menyebalkan!! Siapa sih yang iseng candid.. >_<"kata Ai sebal karena semua yang di kotak itu tidak menunjukkan tanda-tanda pengirimnya.

Tiba-tiba selembar kertas meluncur dari dalam kotak itu. Ai memungutnya. Ia terpana melihat tulisan tangan yang begitu rapi tersusun di sana.

Aku datang membawa pelangi untukumu tapi kau menolaknya
Aku datang membawa senja untukmu tapi kau menolaknya
Lalu kuputuskan untuk membawa hatiku satu-satunya, tapi kau tetap menolak bahkan menyentuhnya pun tidak..
Dimatamu hanya ada dia, aku hanya udara yang tak terlihat lalu kau tak pernah mau tau tentang hati dan perasaan kuu..
Yang diam-diam berharap dan mendamba, sama seperti yang kau lakukan
Kau membuatku seperti berteriak di tengah gurun
Kini tidak ada lagi yang bisa aku lakukan karena kau begitu membenciku dan tak ingin aku di dekatmu ..

Ai tertegun. Satu nama muncul di benaknya. Bersamaan dengan itu sebuah sms masuk ke ponselnya.

Aku menyukaimu Ai. Dan aku berharap kamu mengijinkanku untuk duduk lagi di sebelahmu , karena demi Tuhan, lima hari saja tidak melihatmu saja sudah membuatku gila -Bisma-

Ai sangat bingung. Ada sesuatu yang bergejolak. Entah kenapa dia tak bisa menahan diri untuk tersenyum dan saat itu juga sesuatu yang hangat mengalir dari mata cantiknya. Dia mulai tersadar. Ternyata hatinya bukan lagi milik pangeran sipitnya, tetapi hatinya sudah memilih si pangeran berbehel yang selalu hadir di hari-harinya belakangan ini. Ai ragu mungkinkah ia benar-benar menyukai Bisma atau Bisma hanya pelariannya. Ai menggeleng. Ya. Ya, sepertinya dia mulai menyukai Bisma. Ai kembali menukmati alunan melodi yang terdengar dari kotak musiknya, ia menutup matanya dan merasakan aura yang ada di sekitarnya.

“Aku kangen kamu Bisma ..”ucap Ai dengan memeluk kotak itu. 
Bisma yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon langsung tersenyum dan melangkah keluar menuju satu wanita di hadapannya. Wanita yang sangat dicintainya.
“Aku juga merindukanmu, Ai”ucapnya pelan di telinga Ai dengan tersenyum.Spontan Ai tercengang dan segera berbalik didapatinya Bisma sudah berada di belakangnya. Bahkan jarak mereka kini sangat dekat.
“Benarkan kamu merindukanku?”tanya Bisma begitu dia sudah berdiri dihadapan Ai. Ai hanya mengangguk lalu memeluk Bisma erat. Bisma terkejut dan bahagia sekaligus dengan anggukan itu, dia langsung membalas pelukan Ai sambil mengelus rambut Ai penuh sayang. Setelah berapa menit Bisma merenggangkan pelukannya dan menatap Ai dalam.
“I heart you“ucapnya lembut lalu mencium kening Ai.
“I heart you too. Terimakasih atas semuanya, Bisma :) “sahut Ai yang langsung disambut pelukan hangat Bisma
Mereka terus berpelukan hingga sadar mereka masih berada di teras rumah. Mereka segera masuk, Ai segera membuatkan Bisma minuman kesukaannya dan mereka terus berduaan di depan hingga Bisma pamit pulang karena tidak ingin mengganggu Ai dan merasa tidak enak berada di rumah wanitanya begitu larut. Sekali lagi Bisma mengecup kening Ai dan naik serta mengarahkan motor ninjanya menuju rumahnya. Bisma terus tersenyum karena semuanya, sepertinya usaha Bisma berhasil. Sebuah kotak cintanya telah diterima Ai dan ia yakin kotaknya itu akan disimmpan Ai selamanya :)





Buat yang mau komen langsung cus ke bawah yaaa~ atau langsung ke twitter ane ya gan, sist ;) - @BlueRanisa
Post a Comment