Tuesday, February 5, 2013

5 Romeo - Aku, Kamu dan Valentine





[Pa] Lagu ini buat yang ngerayain valentine tapi sendirian aja
[G] Judulnya Aku, Kamu dan Valentine

[R] Hari ini kau jauh dari aku
Ku disini sendiri banyak rindu
Ternyata tak bisa.. bertemu malam ini

[A] Terkadang ku meragu tentang kita
Tentang perasaan hati aku kamu

[ALL]
Masih kah sama atau tak lagi sama

[G] Ku tak rayakan hari valentine
Namun kau kan selalu di benakku cinta

[ALL] Meski hanya berteman bayangmu, kasihku
Ku harus kuatkan hatiku karena cinta tak hanya hari ini

[Pa-Pu] Terkadang ku meragu tentang kita (tentang kita)
[Pa-Pu] Tentang perasaan hati aku kamu (kamu)

[G-R] Masih kah kau sama... 
[G-Pa] atau tak lagi sama.. oo..

[ALL] Ku tak rayakan hari valentine
Namun kau kan selalu di benakku cinta
Meski hanya berteman bayangmu, kasihku
Ku harus kuatkan hatiku karena cinta tak hanya hari ini..

[ALL] Ho... ooo... Di benakku.....
Meski hanya berteman bayangmu, kasihku
Ku harus kuatkan hatiku karena cinta tak hanya hari ini

[G] Kuharus kuatkan hatiku, karena
[R] Kasih sayang tak hanya hari ini

[ALL] Ho.. o o oo..

Note:
[Pa]   = Patudu
[A]    = Adhyra
[R]    = Rizky
[G]    = Gusty
[Pu]   = Pungky
[ALL] = Bromeos.

Friday, January 4, 2013

GALAU - HEARTS (MV + Lyrics)




G to the a to the l to the a a au galau
G to the a to the l to the a a au galau
Tak pernah aku sekalipun pikir suka padamu
Tapi mengapa akhir-akhir ini ku perhatikan kamu

Galau, aku lagi galau, pikiranku kacau
Hari ini berantakan karena
Galau, aku lagi galau, pikiranku kacau
Hari ini berantakan karena

Bila malam tiba aku selalu pikirkan dia
Mukanya selalu mengganggu, menari-nari di pikiranku

Galau, aku lagi galau, pikiranku kacau
Hari ini berantakan karena
Galau, aku lagi galau, pikiranku kacau
Hari ini berantakan karena

G to the a to the l to the a a au galau
G to the a to the l to the a a au galau

Kau selalu cuek, tak pernah senyum, padahal kamu lucu
Gimana caranya agar dia tahu aku suka padanya

Galau, aku lagi galau, pikiranku kacau
Hari ini berantakan karena
Galau, aku lagi galau, pikiranku kacau
Hari ini berantakan karena

Bila malam tiba aku selalu pikirkan dia (pikirkan dia)
Mukanya selalu mengganggu (ganggu ganggu), menari-nari di pikiranku
Bila malam tiba aku selalu pikirkan dia
Mukanya selalu mengganggu, menari-nari di pikiranku

(galau) aku galau (galau) aku galau (galau) galau

download their mp3 version and legal in here.. http://hearts.amplitweet.com 
and follow their twitter Hearts (HeartsID) on Twitter
They are.. @kellyboham @JuneDS_ @Mel_Christin @JuniMulia_ :) enjoy it.

Thursday, January 3, 2013

Berita Lengkap BMW X5 menabrak DAIHATSU LUXIO, 2 orang meninggal dunia


          Selasa, 1 Januari 2012, terdengar berita duka dari keluarga besan Bapak Presiden kita, Bapak Hatta Rajasa. Anak bungsunya, M. Rasyid Amirulloh Rajasa (22 tahun) menabrak sebuah mobil Luxio yang dikendarai oleh Frans Joner Sirait (37 tahun) di KM 3.5 Tol Jagorawi.

Sebuah mobil BMW jenis SUV dengan nomor polisi B 272 HR terlibat insiden kecelakaan dengan mobil Daihatsu Luxio dengan nomor polisi F 1622 CY. Dua orang tewas dalam peristiwa tersebut. Winda, salah seorang petugas call center Jasa Marga, mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi pukul 05.45 WIB. 
"Benar, kronologisnya mobil BMW menabrak mobil Luxio di lajur dua hingga bahu jalan," ujar Winda saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/12/2012) pagi. 
 Menurut informasi yang dihimpun Jasa Marga, korban tewas bernama Harun (60 tahun) dan Reyhan (14 bulan). Keduanya merupakan penumpang mobil Daihatsu Luxio. Kini, jenazah korban telah disemayamkan di Serang (Harun) dan Sukabumi (Reyhan) setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto untuk disemayamkan. Pihak kepolisian telah memberitahu pihak keluarga perihal kecelakaan itu. 

Wasta mengatakan, pengemudi yang menabrak bernama Rasid Amrulloh ketika itu hanya mengendarai mobilnya seorang diri. Sang pengemudi kini juga telah diamankan aparat kepolisian ke Subdit Gakkum Pancoran, Polda Metro Jaya.

 "Sudah langsung dibawa polisi. Dia sendirian di mobil BMW itu. Pengemudi juga tidak mengalami luka apa pun," katanya.
 Kepala Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M Jazari mengatakan bahwa pihaknya sudah dari tadi pagi melakukan olah TKP. Namun, olah TKP ditangani langsung oleh Subdit Gakkum Polda Metro Jaya unit kecelakaan lalu lintas.
"Kalau mau informasi lebih jelas silakan tanya ke bagian laka lantas," ujarnya.
Hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi dan penelitian di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi akibat pengemudi BMW, yang mobilnya melaju dari arah utara ke selatan di lajur 3, mengantuk. Lalu mobilnya menabrak Daihatsu Luxio dari belakang hingga pintu bagian belakang mobil tersebut terbuka.

Dua korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Harun (57), warga Jalan Semangka 1 nomor 99, Cibodas Sari, Tangerang dan M Raihan (14 bulan), warga Kampung Ciaul RT 8/2 Mekarjaya, Sukabumi. Tiga orang yang luka-luka dan dibawa ke RS Polri adalah Nung (30 tahun) dan Moh Rifan (8 tahun). Seorang lagi dibawa ke RS UKI yakni Supriyati (30 tahun).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, M Rasid Amirulloh pun telah menjalani tes urin.
"Tes urin dilakukan di Rumah Sakit Kramat Jati," kata Rikwanto saat dihubungi.
Dalam mobil BMW naas tersebut, kata Rikwanto, tidak ditemukan benda mencurigakan seperti alkohol atau obat terlarang. 
"Mobil sedang diperiksa tapi sejauh ini tidak ada benda mencurigakan di dalamnya," katanya.

"Hatta, istri dan keluarga sangat berduka dengan musibah ini. Keluarga Hatta Rajasa menyampaikan simpati yang sangat mendalam untuk para korban dan keluarganya, baik yang terluka maupun meninggal," kata Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo mewakili keluarga Hatta Rajasa ketika dihubungi Kompas, Selasa (1/1/2013) malam.
Ia menambahkan, sekarang keluarga Hatta fokus pada dua hal. Pertama, mereka akan membantu para korban dan keluarganya terkait dengan semua hal yangg dibutuhkan. Saat ini sudah ada utusan keluarga yang manangani hal tersebut.
"Kedua, keluarga Hatta merawat Rasyid. Rasyid mengalami benturan di kepala dan sempat muntah. Pada saatnya nanti Hatta akan menemui korban dan keluarga. Mengenai apa yang terjadi, diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang, yaitu kepolisian, tanpa intervensi dari siapapun. Atas nama keluarga besar PAN, saya menyampaikan simpati beserta doa semoga kesemuanya diberi Allah ketabahan dan kemudahan dalam menghadapi musibah ini," kata Dradjad. 
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mewakili keluarga meminta maaf kepada seluruh keluarga korban kecelakaan yang melibatkan putranya, Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa.
"Kami sekeluarga berbelasungkawa atas meninggalnya dua saudara tersebut. Atas keprihatinan yang dalam, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, yang kami tidak kehendaki sama sekali," ucap Hatta Rajasa, yang mengadakan konferensi pers di kediamannya di Fatmawati Golf Mansion, pukul 21.00, Selasa (1/1/2013).
Selain itu, ia juga menyatakan akan memberikan pertolongan kepada korban yang luka dan keluarga korban yang meninggal. Ia juga menyatakan keinginannya untuk hadir dan minta maaf secara langsung kepada keluarga korban.
"Saya sendiri ingin hadir dan minta maaf ke keluarga yang di Sukabumi dan Tangerang. Musibah ini kami terima dan sekali lagi saya pun mohon maaf atas kejadian ini," kata Hatta Rajasa.
Terlihat jelas Hatta Rajasa bersama istrinya mengalami kesedihan yang mendalam dan menyesali kecelakaan yang memakan 2 korban tewas dan 4 korban luka-luka ini.
"Sungguh saya merasa sedih dan kami akan memberikan perhatian yang sangat kepada korban," Hatta Rajasa menutup konferensi pers.
Kepala Subdirektorat Dirgakum Ditlantas Polda Metro Jaya Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi, Sudarmanto membenarkan bahwa kecelakaan maut tersebut akibat mobil Luxio ditabrak dari belakang oleh BMW yang dikemudikan oleh putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
"Karena benturan yang kencang, pintu Luxio terbuka dan penumpang di dalamnya jatuh," jelas Sudarmanto di kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/1/2013).
Sudarmanto menjelaskan, saat itu mobil Luxio berkendara dengan kecepatan 80 km/jam. Namun ia tak bersedia membeberkan kecepatan mobil BMW yang dikemudikan Rasyid. "Itu bisa Anda perkirakan sendiri," katanya singkat.
Lebih jauh Sudarmanto menjelaskan, polisi tengah mengumpulkan keterangan dari Frans selaku sopir Luxio. "Sementara itu para korban sudah dirawat di rumah sakit, sementara korban meninggal dunia diserahkan keluarga," katanya.Menurut Sudarmanto, Rasyid pun sudah menjalani pemeriksaan awal. "Namun sekarang ia masih dirawat di rumah sakit, karena masih dalam kondisi trauma dan ada benturan di kepala," jelas Sudarmanto.
Akan tetapi ia tak bersedia memberitahu letak rumah sakit tempat Rasyid dirawat. 


            Rasyid resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa yang menyebabkan tewasnya dua penumpang Daihatsu Luxio F 1622 CY tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (2/1/2013) pukul 11.00 WIB.
"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka karena kelalaian dalam mengemudikan mobil hingga menyebabkan orang lain meninggal," ujar Kombes Rikwanto dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya.
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, putra Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa itu tidak langsung ditahan.
"Karena Rasyid saat ini masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit," kata Kombes Rikwanto.
"Mobil ini terakhir baru masuk sini sekitar pukul 02.00 WIB, pagi dini hari tadi. Karena ini kan mobilmatic, agak susah ngakalin-nya, jadi lama di TKP, masih di pinggir tol timur," kata seorang perwira polantas ketika ditemui di halaman parkir Subdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/1/2013).
              Perwira polisi tersebut menuturkan, petugas akhirnya mengakalinya dengan menggunakan cara menderek mobil dari bagian belakang, bukan pada bagian depan mobil.
"Bukan disembunyikan, siapa yang sembunyikan. Ini kan karena roda belakang tidak bisa gerak. Yang bisa muter kan cuma roda depannya, jadi ditarik dari bagian belakang," ujarnya.
              Pantauan Kompas.com, saat ini, kedua mobil, baik itu mobil BMW X5 maupun Daihatsu Luxio, sudah berada di halaman parkir Subdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, di Pancoran, Jakarta Selatan. Petugas menutup mobil BMW X5 yang dikemudikan Rasyid Rajasa itu dengan terpal warna abu-abu. Petugas melarang awak media untuk membuka terpal secara keseluruhan. Kedua mobil juga dililit dengan garis pembatas polisi dan dijadikan barang bukti.

           Sementara itu, salah satu keluarga korban diwakili oleh Suparman, menantu Harun. 
            "Tetap akan kami tuntut dia, harus kita tuntut itu. Kita tetap sesuai proses hukum," ujar Suparman (37) kepada wartawan di depan ruang jenazah RS Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Selasa sore.
           Namun, langkah hukum tegas tersebut, diakuinya, tidak akan dilakukannya secara tergesa-gesa. Ia akan melakukan komunikasi dengan keluarga lain.

            Menurut Suparman, sang bapak tewas dalam kondisi mengenaskan, yakni dengan luka pada bagian kepala sebelah kanan serta bagian wajah yang hancur. Meski demikian, ia memastikan bahwa jasad tersebut merupakan jasad Harun. Suparman menuturkan, dia baru mengetahui kabar duka tersebut pukul 11.30 WIB siang tadi setelah seorang dari empat anak Harun meneleponnya. Istrinya, Herni, anak Harun, pun langsung terguncang atas kabar duka itu. 
         "Percaya nggak percaya, istri saya langsung shock banget sampai pingsan dua kali. Akhirnya, saya saja perwakilan yang ke sini," lanjutnya.
          Harun, sehari-hari berprofesi sebagai sopir pribadi. Pada saat kejadian, pihak keluarga menduga Harun hendak menjemput bosnya yang berada di Puncak, tetapi tak menggunakan mobil pribadi sang bos, melainkan angkutan umum.
            Enung (34), ibu dari Muhammad Raihan (1,5), belum tahu anaknya menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut antara BMW X5, yang dikemudikan Rasyid Rajasa, dan Daihatsu Luxio yang ditumpanginya, Selasa (1/1/2013) kemarin. Enung bersama putranya, Rifan (8), turut menjadi korban luka dari kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi Km 3+350 itu. Ia masih dirawat di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, Jakarta Timur. 
"Belum sampai ke situ. Supaya pasien tenang dulu, baru kita akan informasikan," ujar Dokter Yayok Ms. Spdk, Kepala Sub Pelayanan Medik RS Polri, kepada wartawan, Rabu (2/1/2013).
          Yayok mengungkapkan, sejak dibawa ke RS Polri, Selasa pagi, sesaat setelah kejadian, kedua korban dalam kondisi stabil meski mengalami sejumlah luka lecet dan benturan. Keduanya ditangani beberapa dokter, yakni dokter spesialis anak, dokter bedah, dan dokter saraf.
"Nyonya E kondisinya stabil, beberapa luka di tangan, dan mengeluh pusing. Kalau untuk R, penanganan sekarang luka, nanti komprehensif, termasuk psikolog," lanjutnya. 
             Atas keluhan tersebut, kedua pasien dilakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari CT scan, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil dari serangkaian pemeriksaan itu, lanjut Yayok, bisa diketahui tiga hingga empat hari ke depan. Hingga kini, Enung dan Rifan masih dirawat di Unit Cendrawasih RS Polri. Enung dirawat di ruangan 4, sementara Rifan dirawat di ruangan 6. Turut mendampingi sanak saudara dari Enung dan Rifan. Sementara Raihan telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di kampung halamannya, Ciaul, Kababungan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu pagi.
       "Saya sudah bertemu dan berbicara dengan semua keluarga Enung dan Eman (ibu dan ayah Raihan), mereka mau menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan musyawarah," ujar Sukardi (44), paman Raihan, saat dihubungi Rabu (2/1/2013). 
            Sukardi menjelaskan, alasan keluarga bersedia menempuh jalur damai karena menyadari bahawa tidak ada satu pun yang menghendaki kecelakaan tersebut terjadi. Pihak keluarga pun menganggap, kecelakaan maut itu merupakan musibah. Meski demikian, Sukardi berharap, pengemudi BMW, Rasyid Rajasa, yang merupakan putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, serius dalam menangani permasalahan ini. Pasalnya, meski utusan keluarga Rasyid Rajasa telah datang dan berbicara mengenai akan ditanggungnya biaya administrasi, hingga kini belum ada pembicaraan terkait besaran santunan. 
"Orangnya datang kemarin (Selasa), saya cuma sebentar di rumah sakit. Yang pasti mereka sudah meminta maaf dan bersedia menanggung semua biaya," lanjutnya. 
            Pascakejadian, Hatta menyatakan, keluarganya akan memberikan pertolongan kepada korban yang luka dan keluarga korban yang meninggal. Ia juga menyatakan keinginannya untuk hadir dan minta maaf secara langsung kepada keluarga korban.

   
          Rangga Nugraha, saksi yang mengaku membantu korban pada kejadian BMW M Rasyid Amirullah, anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, menabrak mobil Luxio di tol Jagorawi km 3,5, sempat menggendong Raihan, bayi yang akhirnya meninggal akibat kejadian maut tersebut.
Dalam kicuannya di twitter, (1:52 PM – 2 Jan 13 from Megamendung, Bogor seperti yang tercatat di timeline akun @Rga_Nugraha), Rangga menulis, “Dan innalillahi, cid. Lewat doi ternyata..(Alm.harun) . Bocah yg gue gendong jg lewat akhirnya (alm.raihan) :’( pray for them.”

  Sebelumnya muncul tudingan miring tentang Rangga di twitter dan dari pemberitaan detik.com. Sebagian menilai Rangga memang diskenariokan menjadi saksi yang meringankan Rasyid.

  Atas tudingan tersebut, Rangga menulis “Dear haters.. I’m just sayin a fact. Alhamdulillah belom ada orangnya HR dtg kesini ngeguyur gue pake duit #kode #sarcasm )))))” yang dikicaukan pada pukul 21:10, 2 Januari 201 dari Megamendung.
  Rangga juga menulis menanggapi komentar miring tentang dirinya menyusul pemberitaan detik.com.
  “Ok yg komentar negative di detikcom, gue gak kenal rasyid. Gak peduli jg dia anak siapa. Tp gue respek sm attitude&responsiblenya #sikap ” Pesan itu dia tulis pada 17:29  (2 Januari 2013).
  Tabrakan BMW yang dikemudikan Rasyid dengan Luxio menelan dua korban meninggal yaitu Harun, 57 tahun, dan Raihan yang masih berusia 14 bulan. Rasyid sendiri disebut-sebut mengalami trauma psikologis setelah kejadian tersebut.

         Rangga menjadi saksi yang mengevakuasi korban. Avanza yang dia pakai, pada Selasa (1/1) pagi sempat mengantarkan korban ke RS UKI Cawang. Dia mengaku niatannya membantu korban kecelakaan semata alasan kemanusiaan. Dia pun sempat merekam video kejadian itu selama beberapa menit.
              Saat ditemui detikcom pada Rabu (2/1/2013), di rumahnya di Mega Mendung, Puncak, Bogor, Rangga siap bersaksi ke polisi menceritakan kronologi peristiwa itu. Dia menegaskan dia hanya bermaksud membantu para korban dan tidak fokus pada sosok Rasyid. Lagi pula dia tidak tahu siapa Rasyid.
"Selama nggak ganggu jadwal saya, siap saja," jelas Rangga yang baru lulus dari Universitas Surabaya ini yang ditemani ibunya, Yuli. 
             Rangga tinggal bersama ayah dan ibunya. Dia anak kedua dari 4 bersaudara. Sebuah sedan BMW terparkir di rumahnya yang seperti vila. 
"Jangan juga kita sampai malah nanti keluar duit, bolak-balik diperiksa. Saya nggak mau repot, Mas," terang Rangga yang tinggal di Desa Sukaresmi ini.
Rangga yang berada 100 meter di belakang mobil Rasyid, langsung banting setir ke kiri, kemudian ke kanan dan berhenti di depan mobil Rasyid. Rangga melihat airbag di mobil Rasyid sudah terkembang. Rasyid dilihatnya langsung turun dari mobil.
"Rasyid cukup humble yah, dia turun dan langsung tarik semua yang ada di tengah jalan, 'Ayo kita ke rumah sakit dulu'. Saat itu ada 2 mobil berhenti, mobil saya yang berhenti dan Terrano hitam. Terrano hitam cuma jalan pelan dan cuma melihat dan tanya-tanya. Rasyid sendirian," jelas Rangga Nugraha saat dihubungi detikcom, Rabu (2/1/2012).
Rangga dan Rasyid yang turun kemudian saling membantu mengevakuasi korban. Ada sekitar 3-4 orang bergelimpangan di sana, seorang laki-laki paruh baya yang dilihatnya sudah tak bernyawa karena kondisi kepalanya sudah terbuka. Dan satu anak kecil yang belakangan diketahui bernama Raihan, saat itu masih bernafas.
Karena mobil Rasyid tak bisa jalan usai kecelakaan, Rangga sukarela mengantarkan korban-korban itu ke RS UKI. Setelah itu banyak kendaraan melalui lokasi kecelakaan pelan-pelan dan menyalahkan Rasyid.
"Dia cukup responsible, dia bilang 'Soal urusan polisi, nanti gue yang tanggung jawab, yang penting selametin dulu'" jelas Rangga.
Yang dia sayangkan, ambulans datang ke lokasi cukup lambat, sekitar 30 menit dari waktu kejadian.
"Sayangnya cuma 1 ambulans, tapi begitu petugas datang handelnya cepet sih nggak sampai 5 menit. 1 Ambulans dan 1 Mobil Jasa Marga," jelasnya.
Rangga kemudian meminta SIM Rasyid untuk jaminan di Rumah Sakit. Rangga kemudian mengevakuasi bocah Raihan yang tampak tak ada luka di luar, beserta topi boneka beruangnya. 
"Saya dropping ke RS UKI, saya bawa SIM-nya Rasyid, karena jujur untuk korban cover biaya karena biasanya diminta jaminan siapa yang bertanggung jawab di rumah sakit kan. Tapi karena petugas Jasa Marga ikut dan Jasa Marga ikut handle, saya balik (ke lokasi kecelakaan)," imbuhnya.
            Polisi memastikan bahwa dalam kasus kecelakaan maut antara BMW X5 dan Daihatsu Luxio di Tol Jagorawi pada Selasa (1/1/2013), sopir Daihatsu Luxio tidak melarikan diri.  
"Dari olah TKP, Mobil Luxio tersebut terseruduk dari belakang, goyang, pintunya terbuka, dan sempat menjauh sekitar 50 meter karena (sopir) harus menstabilkan dulu sebelum berhenti mendadak. Jika tidak, akan terguling," terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Kamis (3/1/2013).
Selain itu, Rikwanto juga menegaskan bahwa tidak ada saksi yang bernama Rangga Nugraha dalam kasus kecelakaan tersebut. 
"Yang bilang dia (Rangga) saksi siapa? Yang bilang kan dia sendiri. Nanti saya bikin Twitter juga, saya ngarang sendiri," sanggah Rikwanto. 
Rangga Nugraha dalam keterangannya di sebuah media online mengaku menolong korban dan membawa dengan mobilnya ke RS UKI. Rangga diyakini sebagai saksi kunci berdasarkan "kicauannya" di Twitter. 

Lebih lanjut, Rikwanto mengatakan bahwa media jangan terpengaruh dengan isu-isu yang beredar sebelum mengecek kebenarannya. 
"Jangan terpengaruh ya dengan yang begini (kesaksian Rangga). Kok dia seolah-olah lebih tahu dari polisi. Kenapa dia enggak datang ke pos polisi aja," kata Rikwanto. 
Sejauh ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang, yang terdiri dari 1 tersangka dan 13 saksi. Tersangka ialah Rasyid sendiri, sementara para saksi terdiri dari: 
1. Frans Jonar Sirait (sopir Daihatsu Luxio). 
2. Enung (korban luka-luka). 
3. Supriyati (korban luka-luka). 
4. Eman (suami Enung). 
5. Prilla Kinarti (pacar Rasyid). 
6. Ipda Suhadi (anggota Polres Jakut, yang kebetulan lewat saat kejadian). 
7. Bripka Cahyadi (anggota PJR). 
8. Brigadir Dedi (anggota PJR). 
9. Aiptu Endang (anggota Laka Lantas Polres Jaktim). 
10. Unggul (petugas Jasa Marga). 
11. Komang (petugas jalan tol). 
12. Momon (petugas mobil derek). 
13. Ny Harun (istri salah satu korban meninggal, Harun). 

Menurut penjelasan Rikwanto, tidak lama setelah kejadian, Rasyid dan Frans keluar dari mobil dan saling membantu menyelamatkan para korban, kemudian datang Ipda Suhadi yang kebetulan melintas. Ipda Suhadi kemudian menghubungi petugas PJR (Bripka Cahyadi dan Brigadir Dedi) serta anggota Polres Jaktim Aiptu Endang. Selanjutnya, para pihak keamanan yang dihubungi tersebut tiba dengan disertai mobil derek dan ambulans.

Keberadaan Muhammad Rasyid Amrullah (22), yang mengalami kecelakaan pada Selasa (1/1/2013) pukul 05.45 WIB, sebelumnya tak diketahui publik. Pasalnya, saat menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1/2013) pukul 11.00 WIB, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, Rasyid tengah dirawat di sebuah rumah sakit, tetapi dia tidak menyebutkan rumah sakit yang dimaksud.

Baru pada Rabu sore, keberadaan putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu diketahui, yaitu tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina. Hal ini dibenarkan oleh dr Indra Maulana, Kepala Administrasi Medis RSPP, Rabu sore (2/1/2013).
"Benar, anak dari Bapak Hatta Rajasa dirawat di rumah sakit ini," kata dr. Indra Maulana.
Mengenai kondisi Rasyid, dr. Maulana mengatakan, luka yang dialami Rasyid baik dan kondisinya stabil. Sejak Senin kemarin, kata dr Maulana, Rasyid dirawat di ruang President Suite RSUP Pertamina.
Mengenai spesifikasi lukanya, pihak rumah sakit tidak dapat memberi tahu. "Untuk masalah medisnya, kami tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena permintaan dari keluarga pasien dan rahasia medis," kata Maulana.
 Rasyid diketahui tidak dirawat di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Padahal, dalam kasus kecelakaan sebelumnya, seorang tersangka yang juga mengalami luka pasti menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di RS Polri untuk proses hukum lebih lanjut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengaku belum mengetahui pasti mengapa anak bungsu Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa itu tidak dirawat di RS Polri. Menurutnya, meski tidak dirawat di RS Polri, penyidikan terhadap Rasyid tetap berjalan.
"Nanti kita lihat, kita cari tahu, yang jelas dalam pengawasan penyidik," terang Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Boy membantah adanya spesialisasi penanganan kasus anak pejabat tersebut. Kini, Rasyid diketahui sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, dan menempati ruang President Suite.
"Kita tunggu progres penanganan selanjutnya seperti apa karena yang mengalami sakit dalam perawatan, pengemudi juga dalam perawatan di rumah sakit, tapi proses penyidikan berjalan," tambah Boy.
Untuk diketahui sebelumnya, ada beberapa kasus kecelakaan maut lainnya pernah terjadi, antara lain sopir Xenia maut Afriyani, model seksi Novi Amelia, dan pengemudi Livina maut Andhika. Dalam ketiga kasus menghebohkan itu, setelah ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka, ketiga orang tersebut sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di RS Polri agar dapat diperiksa lebih lanjut secara hukum.

Dokter Muhammad Yayok MS Spdk, Kepala Sub Pelayanan Medis Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, pun ikut membenarkan bahwa RS Polri menjadi rumah sakit rujukan bagi tersangka yang mengalami gangguan medis. "Yang bersangkutan sakit nggak? Kalau sakit ya seharusnya dirawat," ujar Yayok.

Rasyid pun baru ditetapkan menjadi tersangka atas kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi yang merenggut dua nyawa itu, satu hari setelah kecelakaan terjadi. Terkait penetapan tersangka yang terkesan terlambat, Boy kembali membantah polisi melakukan spesialisasi terhadap putra besan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu
"Mungkin ada masalah komunikasi saja. Tapi, semuanya secara transparan,” ujar Boy.
Pemeriksaan sementara, kecelakaan terjadi karena Rasyid yang baru pulang dari merayakan tahun baru itu mengantuk. Mobilnya melaju kencang dan menabrak Daihatsu Luxio dari belakang sehingga penumpang mobil Daihatsu pun terpental ke luar jalan.

Perkembangan kondisi kesehatan Rasyid yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, dalam kondisi cukup stabil. Namun, akibat kecelakaan tersebut Rasyid mengalami trauma psikis.
Dr. Endah Ronawulan, psikiater kesehatan jiwa yang menangani Rasyid, mengatakan, kondisi Rasyid saat ini tengah mengalami trauma psikis yang menurut dia bisa terjadi kepada seseorang pascamengalami suatu peristiwa.
"Hal ini bisa terjadi kepada setiap orang yang menyaksikan atau mengalami trauma psikologis. Pasien ini kesulitan makan atau tidur. Hal ini biasa terjadi pada usia 20 tahun menuju dewasa. Dia mengalami ketakutan," kata Endah, dalam konferensi pers, di gedung Graha RSPP, lantai 8, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2013) pagi.
Kondisi yang menimpa Rasyid, menurut dia, sedang memerlukan perawatan. Rasyid dikatakannya tengah mengalami ketakutan dan tengah memikirkan mengenai masa depannya. Hal ini diduga berkaitan dengan kasus kecelakaan yang mengakibatkan dua orang tewas serta proses hukum yang akan ditempuh Rasyid dalam kasus kecelakaan yang melibatkannya. Saat ini, polisi sudah menetapkan Rasyid sebagai tersangka kasus kecelakaan itu.
"Ini ketakutan kecemasan akan masa depan. Beliau sedang sekolah, sedang ujian, sedang kebingungan anaknya," ujar Endah.
Sementara itu, Abdul Haris Tri Prasetya, dokter spesialis penyakit dalam RSPP, mengatakan, ia menangani Rasyid dengan beberapa jenis keluhan sakit. 
"Saya merawat Rasyid, dengan keluhan nyeri di perut, mual, muntah, sakit kepala, dan kita dapatkan dengan kondisi badan yang lemah. Ada gangguan pencernaan pada bagian atas," jelas Haris.
Dirawatnya Rasyid Amrullah Rajasa di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menimbulkan kesan adanya perlakuan istimewa. Mengapa putra bungsu Hatta Rajasa tersebut tidak dirawat di RS Polri? 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyatakan, meski Rasyid dirawat di RSPP, hal tersebut bukan sebagai bentuk pilih kasih atau mengistimewakan. 
"Masalah dirawat di RS Polri itu bukanlah soal harus atau tidak karena yang dipentingkan adalah keselamatan dari pihak terkait," kata Rikwanto, Kamis (3/1/2013). 
Ia juga menjelaskan bahwa Rasyid bukanlah satu-satunya tersangka yang tidak dirawat di RS Polri. "Dulu tersangka kasus penipuan pingsan saat diinterogasi dan dia dibawa ke RS Dharmais," kata Rikwanto. 

Rikwanto juga menjelaskan bahwa penjemputan terhadap Rasyid akan dilakukan setelah pihak rumah sakit memberikan pernyataan kondisi Rasyid. Setelah itu, baru akan dijemput pihak kepolisian.




Yaps. Sekian dulu update dari saya. Informasi di blog ini akan terus di-update. Kalian bisa comment, liat atau share. Ini sudah dilengkapi dari semua artikel yang berasal dari www.detik.comwww.kompas.co.idwww.google.comwww.,tempo.co.id.





Friday, November 30, 2012

Papa: Sorry :(


    Aldi terlahir dari keluarga yang kaya raya dan mempunyai aturan yang ketat. Setiap hari dia disuruh les, syuting striping, latihan vocal dan juga korea dan tentunya sekolah. Aldi juga tergabung dalam sebuah boyband yang beranggotakan ketiga temannya, Iqbal, Kiki, dan Bastian. Mereka bernama Coboy Junior. Aldi tidak pernah lagi merasakan yang namanya kasih sayang semenjak kepergian mamanya beberapa tahun silam. Dulu waktu mamanya masih hidup, mama papa selalu memberi kasih sayang penuh kepada Aldi. Tapi semua benar-benar berubah setelah mama dipanggil Tuhan, papa berubah, papa selalu melarang Aldi ini dan itu serta meminta Aldi melakukan ini dan itu.
   
     Dulu waktu mamanya masih hidup Aldi hanya les di satu tempat les saja, latihan vocal dan koreo bareng Coboy Junior hanya 2 jam saja, dan syuting antara 2-3 jam sehari tidak lebih. Setelah mamanya meninggal, jadwalnya Aldi itu padat sekali. Jam 7 pagi – 2 siang Sekolah, Jam 2 siang – 3 siang Les Inggris, Jam 3 siang – 4 sore Les Jepang, Jam 4 sore – 5 sore Les Musik, Jam 5 sore – 6 malam Les IPA, Jam 6 malam – 8 malam Latihan Vocal & Koreo bareng Coboy Junior, Jam 8 malam – 4 pagi Syuting Sinetron, Jam 4 pagi – 6 pagi Tidur, dan Jam 6 pagi – 7 pagi berangkat sekolah. HP nya pun disita oleh papanya, padahal itu HP kesayangan Aldi dan HP itu juga adalah hadiah ulang tahun dari mamanya sewaktu mamanya masih hidup.

“ALDI?? Ini sudah jam berapa?? Jam 14.45, Papa rugi tahu sama les kamu. Kamu selalu saja telat jika pulang sekolah. Sana kamu mandi, terus ganti baju, terus makan. Habis itu pergi ke tempat les. CEPAT” Kata Papanya ketika mereka baru sampai rumah.
“Iya, pa” Jawab Aldi dengan lesu.
“Jalannya yang cepat ALDI, Jangan lambat begitu” Teriak Papanya.
“I....Iya, pa” Jawab Aldi sambil berlari.

     Aldi pun segera berlari kekamarnya ketika papanya berteriak, lalu bergegas mandi dan memakai baju dengan terburu – buru. Makan pun dengan terburu – buru hanya demi tidak mau dapat Marah dari Papanya. Setelah itu Aldi pergi ke tempat les dan tentunya di antar oleh Papanya dan Tentunya Papanya selalu menunggunya sampai selesai.

“Belajarnya yang benar. Jangan sampai papa sia – sia mendaftarkan kamu di tempat les ini” Teriak Papanya.
“Iya, pa” Jawab Aldi dengan tampang lesu.

     Dan selama pelajaran Aldi pun tidak konsen, karena Aldi terlalu cape. Gurunya pun menegurnya beberapa kali. Memang tidak ada yang tahu tentang jadwalnya setiap harinya kecuali Aldi sendiri dan juga Papanya tentunya.

“Sudah selesai kamu lesnya?” Tanya Papanya
“Sudah, pa” Jawab Aldi.
“Cepat naik ke mobil, kita segera pergi ke tempat les musik” Gertak papanya
“I..Iya, pa” Jawab Aldi.

Lalu mereka pun bergegas pergi ke tempat les musik. Dimana Aldi biasa les.
“Belajar yang benar. Jangan sampai papa sia – sia mendaftarkan kamu di tempat les sebagus ini” Bentak papanya.
“I...Iya, pa” Jawab Aldi.
“Aldi, kamu kenapa?? Mukamu kok pucat?” Tanya Ify ketika Aldi sudah berada di dalam kelas.
“Aku gak papa, kok. Gak usah khawatirin aku” Jawab Aldi.
“Beneran, di?” Tanya Shilla
“Beneran” Jawab Aldi.

    Hari itu Aldi merasa capek sekali, ingin rasanya ia beristirahat. Tapi papanya melarangnya, apalagi papanya selalu mengantarkan dan menungguinya kemana pun ia pergi.

Tiba – Tiba...
BRUUUK....
“Aldi...”
“Aldi, kamu kenapa”
“Aldi, sadar, Aldi”
“Bangun, di, bangun”

     Samar – samar Aldi mendengar teriakan – teriakan teman – temannya yang sangat panik dan khawatir terhadapnya, tapi lama – lama teriakan – teriakan itu makin lama makin menghilang dan semuanya gelap.

     Teman – teman Aldi pun sangat panik dan khawatir sama keadaan Aldi, guru – guru di tempat lesnya pun sama khawatirnya. Teman – teman Aldi pun tahu selama ini Aldi selalu ditungguin sama papanya jika les, jadi teman – temannya memberi tahu papanya jika Aldi pingsan. Dan papanya kelihatan marah sekali mengetahui Aldi pingsan, karena sudah membuat dia Rugi karena pingsan di tempat les dan dia pun tidak tahu Aldi akan siuman kapan. Setelah itu papanya membawa Aldi pulang.

    Lalu sesampainya diruah, Aldi dibaringkannya di tempat tidurnya, lalu dengan tidak ikhlas dan juga marah – marah ia mengompres dahi Aldi yang panas.

Lalu sekitar jam 20.00 pun akhirnya Aldi pun siuman dari pingsannya.
“Ini dimana?” Tanya Aldi dengan lemas.
“Ini dikamarmu sendiri. Dari tadi kamu pingsan tidak sadarkan diri. Dan kamu tahu ini sudah jam berapa? Ini Jam 20.00, papa rugi sama les – les kamu. Sekarang cepat ganti baju karena dari tadi sutradara sudah menelpom papa terus” Bentak papanya.
“I...Iya, pa” Kata Aldi masih dengan lemas.

    Lalu setelah itu papanya mengantar Aldi ke lokasi syuting, bahkan papanya pun sampai nungguin Aldi sampe syuting selesai, yaitu dari jam 8 malam – 4 pagi. Selama syuting Aldi melakukannya dengan baik, walaupun Aldi masih merasa pusing dan mual, tapi ditahannya.

Dan setelah itu pun Aldi dan papanya pun segera pulang ke rumah.
“Pa, Aldi pusing, pa. Dari tadi juga Aldi pengen muntah terus” Kata Aldi kepada papanya ketika diperjalanan.
“Jangan manja kamu. Palingan itu alasan kamu supaya besok kamu nggak sekolah, nggak les, nggak latihan bareng coboy junior, dan juga nggak syuting, kan? Papa itu Rugi, ALDI” Bentak papanya.
“Tapi, pa” Kata Aldi
“Nggak ada tapi – tapian” Bentak papanya.

     Setelah kejadian itu pun Aldi hanya bisa berdiam diri sampai akhirnya mereka pun sampai dirumah. sesampainya dirumah Aldi pun langsung nyelonong masuk, dan juga langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur. Tapi ketika Aldi hendak tidur tiba – tiba semuanya gelap.

Keesokan harinya.
“ALDI BANGUN. Ini sudah jam berapa? Ini sudah jam 06.45. sebentar lagi kamu masuk. Cepat mandi” Bentak papanya, ketika ia memasuki kamar Aldi.

     Karena Aldi tidak mau bangun – bangun dan papanya pun heran karena melihat Aldi yang tidurnya sampai berkeringan nafasnyapun memburu – buru turun – naik begitu. Akhirnya ia pun mengecek suhu badan Aldi. Dan dia pun kaget karena Aldi demam tinggi. Dan akhirnya ia pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Aldi. Dan setelah Aldi diperiksa, Dokter itu pun berbicara kepada papanya.
“Pak, kondisi anak anda sudah sangat drop sekali” Kata Dokter
“Lho? Memangnya anak saya sakit apa?” Tanya Papanya Aldi
“Anak anda sakit typus, maghnya sudah kronis. Memangnya tidak ada tanda – tandanya yang dialami oleh anak anda?” Kata Dokter
“Kemarin sih anak saya sempat pingsan di tempat les dan juga sempat ngeluh. Saya juga menjadwalkan jadwal yang sangat padat. Sampai – sampai dia hanya tidur 2 jam dalam sehari” Kata Papanya Aldi.
“Nah, itu dia yang membuatnya sangat drop. Anak anda sangat kecapekan. Kurangilah jadwalnya. Istirahat juga perlu, lho buatnya” Kata Dokter
“Makasih, dok” Kata Papanya
“Ini saya kasih resep obat, segera di tebus, ya” Kata Dokter
“Iya, dok” Kata Papanya

     Setelah itu ia menyuruh pembantunya untuk memasakkan bubur dan teh anget untuk Aldi, sementara dia menebus obat untuk Aldi. Dan tak lama kemudian dia sudah kembali dengan menenteng obat yang tadi ia tebus.

     Papanya pun terus menerus mengompres dahi Aldi dan Papanya pun sangat menyesal atas apa yang telah ia perbuat selama ini kepada Aldi. Dan sampai saat ini jam sudah menunjukkan pukul 14.00 Aldi pun belum siuman dari pingsannya. Tapi tak berapa lama kemudian Aldi pun akhirnya siuman.
“Aaahhh...” Kata Aldi masih dengan Nada yang lemas
“Aldi, sayang. Kamu sudah sadar, nak?” Tanya Papanya.
“Pa, ini jam berapa?” Tanya Aldi
“Sekarang sudah jam 2 siang, sayang” Jawab Papanya.
“Jam 2 siang, pa?? Kok papa gak bangunin Aldi sih. Biasanya juga kalau Aldi telat sedikit Papa langsung teriakin Aldi. Terus kok ada selang infus nempel di tangan Aldi sih, pa. Ini juga selang pernafasan kok nempel di hidung Aldi sih, pa” Kata Aldi dengan panik.
“Aldi...Aldi....sudah, nak. Kamu jangan panik dulu ya, nak. Kondisi kamu sudah sangat drop sekali. Kamu sakit typus dan magh kronis, sayang” kata Papanya
“Apa, pa? Typus sama magh kronis, pa?” Tanya Aldi
“Iya, sayang. Sekarang makan dulu, ya” Kata Papanya
“Tapi, pa. Sekolahku gimana? Terus les sama syutingku gimana?” Tanya Aldi
“Tadi dokter ngasih surat supaya kamu bisa istirahat di rumah selama 1 bulan. Papa juga akan ngurangin jadwal – jadwal kamu” Kata Papanya.
“Papa gak marah?” Tanya Aldi
“Gak, sayang. Papa minta maaf, ya. Gara – gara papa kamu jadi sakit” Kata Papanya.
“Papa gak usah minta maaf sama Aldi. Dari dulu semua kesalahan papa ke Aldi udah Aldi maafin” Kata Aldi
“Sekarang makan dulu, ya” Kata Papanya.
“Iya, pa” Kata Aldi

Papanya pun bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan bubur, teh anger, air putih, dan juga obat untuk Aldi.
“Aldi, sayang minum teh anget dulu ya, nak. Biar badan kamu agak angetan” Kata papanya, sambil membantu Aldi untuk minum.
“Sedikit dulu ya, pa” Kata Aldi
“Ya, sedikit dulu gak papa. Tapi nanti dihabiskan” Kata papanya
“Iya, pa” Kata Aldi
“Nah, sekarang kamu makan bubur, ya” Kata papanya sambil nyuapin Aldi
“Pait, pa” Kata Aldi mengeluh
“Dipaksain aja ya, sayang. Nanti kalau gak dipaksain kamu gak bakal sembuh – sembuh” Kata Papanya
“Kebiasaan Aldi dari kecil memang begini. Setiap kali sakit pasti manjanya keluar” Batin Papanya sambil tersenyum memandang Aldi
“Pa, udah” Kata Aldi
“Tanggung, Aldi. 2 suap lagi” Kata Papanya
“Tapi....” Kata Aldi mengeluh
“Mau sembuh gak” Kata Papanya
“Iya deh, pa” Kata Aldi
“Nah gitu donk dihabiskan. Sekarang minum obat, ya” Kata Papanya ketika Aldi telah menghabiskan buburnya
“Iya, pa. Tapi banyak banget obatnya” Kata Aldi.
“Ya, wong kamu sakit typus sama magh kronis jelas aja obat kamu banyak” Kata Papanya
“Sedikit – sedikit ya, pa” Kata Aldi
“Nah gitu donk” Kata Papanya ketika Aldi telah selesai minum obat
“Sekarang tehnya kamu habiskan” Kata papanya
“Tapi pait, pa” Keluh Aldi
“Tadi apa yang papa bilang” Kata papanya
“Kalau mau sembuh harus dihabiskan” Kata Aldi
“Nah itu tahu. Sekarang habiskan” Kata papanya
“Iya, pa” Kata Aldi
“ Nah gitu donk” Kata papanya ketika Aldi menghabiskan tehnya
“Pa, tentang jadwal les aku gimana?” Tanya Aldi
“Papa terserah sama Aldi sendiri. Les apa yang mau dikurangi?” Tanya Papanya
“Aldi gak mau ngurangi lesnya. Tapi jamnya aja yang dikurangi. Kan kemaren – kemaren lesnya tiap hari. Tapi sekarang masing – masing lesnya seminggu sekali aja” Kata Aldi
“Ya sudah kalau Aldi maunya begitu. Terus syutingnya gimana. Mau kamu terusin apa nggak?” Tanya Papanya
“Kayaknya syuting sinetron yang ini udah sampe disini aja deh, pa. Nanti kalau ada tawaran lagi baru Aldi mau syuting lagi. Tapi gak lebih dari 3 jam ya, pa” Kata Aldi
“Kalau itu mau kamu ya sudah. Nanti papa telepon sutradaranya. Dan mungkin besok papa akan ke tempat les kamu” Kata papanya
“Dan sepertinya aku harus beliin BB baru untuk Aldi. Dulu HP nya pernah aku Sita dan aku gadaikan” batin Papanya
“Sekarang kamu istirahat ya, sayang” Kata papanya
“Iya, pa. Makasih ya, pa” Kata Aldi
“Makasih untuk apa, sayang?” Tanya Papanya
“Hari ini papa udah ngerawat Aldi dengan penuh kasih sayang” Kata Aldi
“Sama – sama, sayang” Kata papanya

     Papanya pun menunggui Aldi sampai Aldi benar – benar tertidur. Dan setelah itu papanya membereskan peralatan makan yang tadi dipakai, lalu pergi ke dapur untuk mencucinya. Dan setelah itu papanya menghubungi Sutradara.

--Via Telepon--

“Halo, pak sutradara” Kata Papanya
“Ya, ada apa” Kata Sutradara
“Begini pak, Aldi kan sekarang lagi sakit. Dia sudah drop sekali” Kata Papanya
“Jadi, dia gak bakalan syuting sampai benar – benar sembuh” Kata Sutradara
“Jadi, begini pa. Tadi Aldi bilang sama saya untuk syuting sinetrin kali ini, syutingnya cukup sampai kemarin. Dia gak bakal syuting lagi, kecuali ada tawaran baru itu juga dia maunya paling lama syuting hanya 3 jam” Kata Papanya
“Lho? Memangnya kenapa?” Tanya Sutradara
“Kasian anak saya, pak. Dia sudah sangat kecapekan sekali” Kata Papanya
“Ya sudah kalau gitu maunya. Saya tidak bisa memaksa” Kata Sutradara

     Setelah itu papanya pun pergi ke counter Blackberry untuk membelikan BB untuk Aldi. Dan setelah mendapatkannya papanya pun pulang. Dan langsung mengutak – atik BB yang akan dia kasih ke Aldi. Dan ia pun langsung meng – save nomor teman – temannya Aldi. Karena selama ini papanya menyimpan nomor teman – temannya Aldi di HP nya dan juga ia pun mengisikan pulsa sebesar Rp. 1.000.000,00 ke BB nya Aldi. Dan setelah itu BB nya pun di Changer. Dia pun berencana aka ngasih BB itu besok pagi.

     Papanya pun akan tidur dikamarnya Aldi bareng Aldi. Tapi papanya tidur dibawah yang di alaskan kasur yang di ambil dari kamar tamu. Supaya, jika nanti malam jika ada apa – apa sama Aldi, biar bisa langsung nenangin.

--Malam Hari—

    Papanya pun masih mengompres Aldi dengan telaten. Dan juga dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00, dan papanya pun langsung tidur ketika selesai mengompres Aldi. Tapi ketika jam menunjukkan pukul 24.00 ia pun terbangun ketika mendengar igauan Aldi. Tetapi dia langsung nenangin Aldi. Dan setelah Aldi tenang ia pun tidur kembali.

--Pagi Hari—

     Pagi harinya ketika jam sudah menunjukkan pukul 06.00 ayahnya sudah stand by untuk mengompres Aldi. Karena demamnya belum juga turun – turun.
“Oh iya. Sekarang kan tanggal 14 April. Hari ulang tahun Aldi. Kenapa aku bisa lupa, ya. Tapi untungnya kemaren aku udah beliin dia BB” Kata Papanya
“Pa...” Kata Aldi ketika bangun tidur
“Kamu udah bangun, sayang?” Tanya Papanya
“Udah, pa” Jawab Aldi
“Sayang, selamat ulang tahun ya, nak” Kata Papanya
“Ulang tahun? Emang sekarang tanggal berapa?” Tanya Aldi
“Sekarang tanggal 14 April, sayang. Hari ulang tahunmu” Jawab Papanya
“Hehe..Maap, pa. Aldi lupa” Kata Aldi
“Oh iya. Ini papa kasih Bb sebagai hadiah ulang tahun kamu. Papa udah save nomor teman – teman kamu. Papa juga udah isiin pulsa 1.000.000 ke BB kamu” Kata Papanya
“Papa kok bisa tahu nomor teman – teman Aldi? Darimana papa tahu?” Tanya Aldi
“Selama ini papa nyimpen nomor teman – teman kamu di HP papa” Jawab Papanya
“Apa pulsanya gak kebanyakan,pa?” Tanya Aldi
“Gak, sayang. Tapi, kalau pulsa kamu cepet abis papa akan benar – benar marah sama kamu” Jawab Papanya
“Makasih ya, pa” Kata Aldi
“Nah, sekarang makandulu, ya” Kata Papanya
“Tapi, dikit aja ya, pa” Kata Aldi
“Iya. Papa ambil bubur dulu, ya” Kata Papanya
“Iya” Jawab Aldi

    Papanya pun langsung bergegas mrngambil bubur, teh anget, air putih, dan juga obat untuk Aldi. Dan setelah itu papanya pun kembali ke kamar Aldi untuk menyuapi Aldi.
“Sayang, teh angetnya di minum dulu, ya” Kata Papanya
“Tapi, kan pait, pa” Kata Aldi
“Kemarin papa ngomong apa, hayoo” Kata Papanya
“Kalau mau sembuh harus dipaksain dan dihabiskan” Kata Aldi
“Nah, sekarang ayo diminum” Kata Papanya
“Sedikit aja, ya, pa” Kata Aldi
“Tapi nanti dihabiskan” Kata Papanya
“Iya” Kata Aldi
“Sekarang buburnya dimakan, ya. Papa yang suapin. Kalau gak disuapin kamu gak bakalan mau makan” Kata Papanya yang langsung menyuapi Aldi
“Pa...” Panggil Aldi
“Kenapa? Pait?” Tanya Papanya
“Iya” Jawab Aldi
“Dipaksain aja ya, sayang” Kata Papanya
“Iya deh, pa” Kata Aldi
“Nah gitu donk, di. Kalau kayak gini terus kamu kan bisa langsung sembuh”kata Papanya ketika Aldi menghabiskan buburnya“Sekarang obatnya di minum, ya” Kata Papanya
“Iya. Tapi sedikit – sedikit ya, pa” Kata Aldi
“Iya. Habis ini tehnya di habiskan, ya” Kata Papanya
“”Iya” Kata Aldi
“Nah gitu donk” Kata Papanya ketika Aldi selesai minum obat
“Tehnya sekarang habiskan” Kata Papanya
“Sekarang kamu nggak boleh telat makan ya, sayang. Dokter udah memfonis kamu sakit magh kronis” Kata Papanya
“Iya. Pa, udah” Kata Aldi
“Sekarang di pakai untuk istirahat aja, ya” Kata Papanya

--Via SMS—
“Bang Kiki.... Anak – anak Coboy Junior lagi pada latihan gak” Aldi
“Maaf ya. Tapi ini siapa?” Kiki
“Hehe... Maaf, bang. Ini aku Aldi, bang” Aldi
“Oh, Aldi. Gimana kabarmu. Udah mendingan” Kiki
“Udah mendingan, bang daripada yang kemaren. Kok bang Kiki tahu kalau aku lagi sakit” Aldi
“Papa kamu yang kasih tahu, di” Kiki
“Anak – anak Coboy Junior lagi pada latihan gak, bang?” Aldi
“Gak” Kiki
“Lho? Emangnya kenapa?” Aldi
“Sekarang kan lagi jam sekolah, Aldi” Kiki
“Hehe... Maap, bang. Aldi lupa” Kiki
“Kamu ini... Sakit – sakit malah tambah pikun” Kiki
“Maap, bang. Terus kemaren – kemaren pada latihan gak?” Aldi
“Gak. Abang kasihan, di sama kamu. Jadi kita break latihan sama performance dulu demi kamu” Kiki
“Kok kasihan sama Aldi sih, bang. Kalau mau latihan sama performance tanpa Aldi juga gak papa” Aldi
“Gak. Abang gak tega sama kamu” Kiki
“Ya udah deh terserah abang” Aldi
“Di, nanti Abang, Iqbal, dan Bastian pulang sekolah mau jenguk kamu. Gak papa, kan?” Kiki
“Gak papa lah, bang. Masa sih Aldi harus ngelarang” Aldi
“Udah dulu ya, di. Abang udah mulai jam pelajaran pertama nih.” Kiki
“Ok, bang” Aldi

     Sambil menunggu Kiki, Iqbal, dan Bastian datang kerumahnya Aldi hanya bisa main HP saja. Dan juga gak lupa tentunya dia makan dan minum obat.
Dan ketika mereka sudah datang, kamar Aldi pun jadi rame.
“ALDI........” Teriak Iqbal dan Bastian
“Apa lu, kecoa. Eh kecoa” Latah Aldi
“Aldi, Aldi. Latahnya masih tetep aja” Kata Kiki
“Gak bisa di ilangin, bang” Kata Aldi
“Gigit lidah kamu selama mungkin. Insya Alldah latah kamu ilang” Kata Kiki
“Beneran, bang” Kata Aldi
“Insya Allah, di” Kata Kiki

Dan kemudian Aldi pun mempraktekkan apa yang di bilang oleh Kiki supaya tidak latah lagi.
“Kacang Mahal” Teriak Iqbal dan Bastian
“Apaan sih. Berisik tahu” Marah Aldi
“Ciyee yang marah” Teriak Aldi
“Ciyee yang udah nggak latah lagi” Teriak Iqbal
“Kamu udah nggak latah, di” Kata Kiki
“Alhamdulillah, bang” Kata Aldi
“Kan bener yang abang kasih tahu. Coba kamu praktekin dari dulu – dulu” Kata Kiki
“Iya. Makasih, bang” Kata Aldi
“Aldi...” Kata Bastian
“Apa?” Kata Aldi jutek
“Jutek banget sih, di” Kata Iqbal
“Iya. Apaan” Kata Aldi
“Kita kan tamu” Kata Bastian
“Terus” Kata Aldi
“Gak di sediain minuman sama makanan” Kata Bastian
“Ambil aja sendiri. Aku masih gak kuat untuk jalan” Kata Aldi
“Iya...” Teriak Bastian
“berisik. Ini bukan hutan” Kata Aldi

     Keramaian itu pun tak terhindarkan ketika mereka berkumpul. Setelah hampir 1 bulan Aldi di rawat di rumah akhirnya ia pun sembuh. Tapi belum sembuh total. Papanya hanya mengizinkan Aldi untuk sekolah saja. Ayahnya tidak mengizinkan Aldi untuk les, latihan, dan juga performance bareng Coboy Junior. Tetapi kalau Aldi sudah sembuh total baru di izinkan les, latihan, dan juga performance bareng Coboy Junior. Dan akhirnya Aldi pun senang karena papanya sudah berubah seperti dulu lagi.

--The End--

Tuesday, October 2, 2012

A Box Of Love


     Hai... maaf ya cerbungnya aku pending~ lagi mau ngepost cerpen dulu~ btw info-info bisa langsyng diliat di twitter ya :) takut ga bisa update karena sekolah hehehe. Enjoy guys....


Aku cemburu bila kau dengannya dan aku harus melihatnya ..Aku cemburu karena kau adalah sebagian dari hatiku ..Aku cemburu melihat dia bisa membuatmu tersenyumHarusnya aku yang disana bukan dia

Itulah lirihan hati dari Ai yang menyenandungkan lagu itu saat istirahat di kelasnya. Hanya Ai yang tetap duduk diam di bangkunya dan gak beranjak keluar padahal kelasnya sudah kosong. Saat ini pikirannya benar-benar kacau. Otaknya terus saja memikirkan Rafael, cowok yang disukainya sejak 3 bulan yang lalu. Cowok yang kini telah menjadi pacar sahabatnya. Berulangkali Aiberusaha menghilangkan perasaannya itu tapi, hasilnya nihil. Semakin keras Ai berjuang maka rasa itu semakin kuat.

Ai, kamu masih di sini ? Katanya mau nyusul aku sama cocoh ke kantin, kok gak jadi L ?”suara Lia membuyarkan lamunan AiAi mendongak. DidapatinyaLia dan Rafael sudah duduk manis dihadapannya.
“Kamu sakit yah, Ai ? Muka kamu pucat banget, kamu pasti belum makan ya?tanya Likhawatir melihat pucatnya muka sahabatnya itu.
“Ngga kok, aku baik-baik aja cuma lagi malas ke kantin ..”jawab Ai bohong.
“Beneran nih kamu ngga kenapa-kenapa ?”lanjut Rafael sambil menatap Aidalam.

            Ai merasakan jantungnya berdegup kencang. Tatapan Rafael membuatnya semakin salah tingkah. Ai buru-buru menggelengkan kepala kuat-kuat sebelum ia hanyut dalam tatapan Rafael. Ai tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Lia dan Rafael mengetahui perasaannya yang sesungguhnya. Tentu itu akan jadi malapetaka untuknya dan untuk persahabatan mereka.
“Aku baik-baik aja kok Coh, beneran deh“jawab Ai sewajar mungkin.
Rafael pun mengangguk meski ia tidak yakin dengan jawaban AiLia jadi ikut khawatir melihat sikap Ai.
“Neng , ntar sore aku sama Cocoh mau nonton. Kamu ikut yah siapa tau bisa bikin kamu happy lagi ..”ajak Lia ramah.
Dalam hati Ai langsung ngedumel. ”Gimana bisa happy kalau harus ngeliat kalian berdua bermesraan. ”pikir Ai.
“Sorry ya Li, nggak bisa. Nanti sore aku harus nganterin mama ke dokter gigi.”jawab Ai berbohong lagi.
Lia tampak kecewa. “Yaudah deh kalau gitu, next time aja yahh ..”
Ai mengangguk, tapi dalam hati dia berdoa semoga tidak ada next time, tidak untuk jalan bertiga dengan Lia dan Rafael. Ai merasa tak akan sanggup menyembunyikan perasaannya kalau harus jadi obat nyamuk nge-date mereka.

*******

Hari ini ada kabar menggemparkan di SMA Bina Budaya, kabarnya ada murid baru yang sangat menyihir mata kaum hawa di satu sekolah itu. Ternyata murid baru itu ditempatkan di kelas XI Alam 2, kelasnya Ai, Rafael dan Lia. Murid baru itu pindahan dari Bandung, namanya Bisma, Bisma Karisma. Cowok yang lumayan cool dengan senyumnya yang manis dan gigi kawat. Dengan pesonanya ia sudah membuat matakaum hawa penghuni kelas jadi tertuju padanya, tak terkecuali Lia. Sementara para kaum adam hanya melirik sebal termasuk Rafael yang haru berulang kali menyibukkan Lia agar tidak tergoda dengan Bisma yang masih berdiri di depan kelasHal yang terakhir ini membuat Ai terus menahan tawanya.

Akhirnya Bu Icha, wali kelas XI Alam 2 menyuruh Bisma memilih tempat duduk yang masih kosong, seketika itu semua cewek sibuk overacting supaya Bisma duduk tidak jauh dari mereka. Namun ternyata pilihan Bisma jatuh pada tempat duduk kosong di baris ketiga tepatnya di sebelah Ai yang memang dari awal tak memperdulikan kehadirannya. Ai sangat acuh bahkan senyum pun tidak. Padahal sedari tadi diam-diam Bisma memandangi Ai yang terlihat fokus memandang Rafael dan sesekali tersenyum sendiri.
“Boleh aku duduk di sini ??”Tanya Bisma pada Ai si gadis acuh.
Seketika itu juga Ai tersentak. Belum sempat dia menjawab, Bisma sudah duduk manis di sampingnya.
“Aku yakin kamu tidak keberatan kalau aku duduk di sini, Iya kan ?”ujar Bisma lembut sambil menatap Ai lekat-lekat.
“Diam itu artinya iya kan? Oke, mulai hari ini aku akan duduk di sini sama kamu. Anyway nama kamu siapa?cerocos Bisma ngga berhenti. Ai ternganga melihat sikap Bisma itu.
“Aku belum bilang kalau kamu boleh duduk di sini “
Emangnya ada alasan kenapa aku dilarang duduk di sini ?”tanya Bisma. Ai jadi bingung mau menjawab apa. Saat itu pun tatapan Ibu Icha tertuju pada Ai.
“Apa ada masalah Leia Iwanka? Kamu keberatan Bisma duduk di situ ?”tanya Bu Icha dengan tatapan angker. Otomatis Ai langsung menggeleng karena ciut.
Dan itu membuat Bisma tersenyum menang, “Ohh jadi nama kamu Leia, bagus juga ..”gumam Bisma jahil sambil tersenyum ditatapnya gadis di sebelahnya yang tengah mengerucutkan bibir karena kesal .

           
Sejak duduk sebangku dengan Bisma. Ai merasa hari-harinya di sekolah semakin kelabu. Ai merasa Bisma itu terlalu ingin tahu tentang diaterlalu ikut campur dengan urusannya dan terlalu perhatian pula. Ia akui Bisma itu memang manis untuk ukuran cowok. Terlalu manis hingga jadinya menyebalkan. Banyak sekali kelakuan Bisma yang membuat Ai nyaris kehilangan kesabaran. Dan parahnya lagi, dia adalah orang pertama yang menyadari perasaan Ai yang sesungguhnya ke Rafael.
“Aku tau kamu suka sama Rafael.  Menurutku sih mending kamu buang jauh-jauh deh perasaan itu. Rafael udah punya pacar, sahabat kamu kan? Siapa itu namanya? Oiya Lia.Masa kamu mau ngerebut dia dan bikin Lia bersedih karena kamu?”ujar Bisma suatu hari.
Ai langsung menatap Bisma tajam. Rasanya Ai mau membekap mulut cowok itu dengan kain lap yang super bau saat itu juga. Ia merasa Bisma tidak ada hak untuk menceramahinya seperti itu. Tapi yang membuat Ai semakin tidak habis pikir adalah ketika Bisma memberikan sebuket bunga mawar merah untuknya di hadapan semua teman-teman mereka. Entah apa maksudnya, Ai juga tidak mengerti dan alhasil itu membuat teman-teman mereka menganggap kalau mereka pacaran, termasuk Lia dan Rafael. Jelas Ai tidak terima dengan ini, yang di sukainya Rafael, cowok charming bermata sipit bukan cowok tengil meyebalkan seperti Bisma itu. Hari ini Ai sama sekali tidak bisa konsen ke pelajaran. Ia merasa pusing dengan semua yang terjadi.

“Kamu kenapa Ai? Sakit?”tanya Bisma pelan.
“Kamu yang kenapa? Kenapa sih waktu itu kamu ngotot mau duduk sama aku ? Kenapa kamu harus sok peduli dengan perasaanku ? Ngga bisa apa kamu diam aja dan pura-pura gag tau tentang semuanya ? Aku benci kamu disini !!!”kata Ai setengah berteriak. Setelah itu Ai langsung keluar kelas tanpa ijin dengan pak Iman yang tengah mengajar. Membuat semuanya yang berada di kelas terbengong-bengong.
Lia yang melihat kejadian itu langsung meminta izin Rafael untuk pindah tempat duduk sebentar ke tempat sebelah Bisma, tempatnya Ai tadi.
“Bis, Ai kenapa?”tanya Lia pada Bisma.
“Gapapa”
“Kamu yakin?”
“Dia gasuka gue disini Li. Dia gamau liat gue lagi”
“Wait. Dont say you love her? It is true?”
Yang ditanya malah tak bersuara dan hanya menarik nafas panjang sambil menatap ke pintu tanpa ekspresi.
“Hm.... Okay.. I got it! Yaudah gue yakin kok, dia Cuma lagi pusing aja. Gue balik ke tempat Rafael dulu ya J”kata Lia sambil mengusap punggung Bisma dan kembali duduk di tempatnya  

“Semuanya terjadi di luar perkiraanku. Aku hanya ingin dia melupakannya. Aku tidak mau dia terluka karena perasaan itu. Dan lebih dari itu, karena aku…... Karena aku menyukainya, Aku menyukainya sejak pertama aku melihatnya. Ia membuatku tertarik karena hanya dia yang menolakku pada pandangan pertama. Tapi, kini ia malah membenciku. Ia menganggapku seorang pengganggu, bahkan ia benci aku ada di dekatnya.Jika sudah begini, apa lagi yang harus ku lakukan ?”pikir Bisma.

Dipandanginya foto-foto yang terpajang rapi di dinding kamarnya. Foto-foto Ai yang ia ambil secara diam-diam.Bisma berjalan mendekatidinding. Di ambilnya beberapa foto dari sana. Sesaat dipandanginya dengan pandangan sedih.Lalu dimasukannya lembaran-lembaran foto itu ke dalam kotak berwarna merah, warna kesukaan Ai bersamaan dengan selembar kertas putih dan sebuah kotak biru kecil.


Hari berganti hari, pelajaran sudah banyak terlewati. Sudah lima hari Bisma tidak masuk sekolah. Tidak ada seorang pun yang tau dia kemana. Tak sedikit murid SMA Bina Budaya bertanya pada Ai, tapi mereka selalu menerima jawaban yang sama yaitu, Ai tidak tau tentang Bisma. Ai berusaha menyibukkan diri dan tidak peduli serta membiasakan diri untuk tidak mencari tau kemana teman setempat duduknya itu. Padahal tanpa Ai sadari , kehadiran Bisma dan tingkah menyebalkannya perlahan-lahan membuatnya melupakan Rafael. Lia yang melihat Ai langsung meng-sms Bisma dan memintanya untuk segera bersekolah.

Ai sebenarnya sangat khawatir pada Bisma. Dia merasa sedikit kangen pada ocehan mulut Bisma yang kadang gak penting sama sekali. Sampai-sampai ia tidak sadar kalau ia sudah sampai di depan rumahnya dari tadi. Ya rumahnya dan SMA Bina Budaya memang dekat, masih satu wilayah komplek. Segera ia langkahkan kakinya menuju pintu rumahnya yang kecoklatan. Tiba-tiba Ai dikejutkan dengan sebuah kotak yang tergeletak di depan rumahnya. Di dalam kotak itu terdapat gambar dirinya dengan berbagai macam pose dan sebuah kotak biru kecil. Pandangan mata Ai yang sama sekali tidak focus ke kamera, membuatnya menyadari bahwa foto itu diambil secara diam-diam. Lalu ia langsung membuka kotak biru tadi, dan terdengarlah sebuah lagu, lagu ini sangat memorial di telinga Ai. Lagu itu adalah lagu favoritnya. Lagu kesayangannya dari kecil. Lagu itu adalah melodi karya ayahnya, Joseph Muhammad berjudul "Lihat sekitarmu"
Ai bertanya-tanya siapa pemilik kotak ini, kenapa dia bisa tau lagu ini, kenapa dia bisa tau semuanya padahal dia tidak pernah memberitahu siapapun kecuali Lia dan siapa orang yang diam-diam mengambil gambar dirinya. Ai mulai berfikir, gak mungkin banget kalau Lia yang memberikan ini semua. Lia bukan tipe orang yang hobi motret orang apalagi sampai nge-candid sahabatnya sendiri.

"Apa aku punya pengagum rahasia ya? Atau Cuma orang iseng? Huh menyebalkan!! Siapa sih yang iseng candid.. >_<"kata Ai sebal karena semua yang di kotak itu tidak menunjukkan tanda-tanda pengirimnya.

Tiba-tiba selembar kertas meluncur dari dalam kotak itu. Ai memungutnya. Ia terpana melihat tulisan tangan yang begitu rapi tersusun di sana.

Aku datang membawa pelangi untukumu tapi kau menolaknya
Aku datang membawa senja untukmu tapi kau menolaknya
Lalu kuputuskan untuk membawa hatiku satu-satunya, tapi kau tetap menolak bahkan menyentuhnya pun tidak..
Dimatamu hanya ada dia, aku hanya udara yang tak terlihat lalu kau tak pernah mau tau tentang hati dan perasaan kuu..
Yang diam-diam berharap dan mendamba, sama seperti yang kau lakukan
Kau membuatku seperti berteriak di tengah gurun
Kini tidak ada lagi yang bisa aku lakukan karena kau begitu membenciku dan tak ingin aku di dekatmu ..

Ai tertegun. Satu nama muncul di benaknya. Bersamaan dengan itu sebuah sms masuk ke ponselnya.

Aku menyukaimu Ai. Dan aku berharap kamu mengijinkanku untuk duduk lagi di sebelahmu , karena demi Tuhan, lima hari saja tidak melihatmu saja sudah membuatku gila -Bisma-

Ai sangat bingung. Ada sesuatu yang bergejolak. Entah kenapa dia tak bisa menahan diri untuk tersenyum dan saat itu juga sesuatu yang hangat mengalir dari mata cantiknya. Dia mulai tersadar. Ternyata hatinya bukan lagi milik pangeran sipitnya, tetapi hatinya sudah memilih si pangeran berbehel yang selalu hadir di hari-harinya belakangan ini. Ai ragu mungkinkah ia benar-benar menyukai Bisma atau Bisma hanya pelariannya. Ai menggeleng. Ya. Ya, sepertinya dia mulai menyukai Bisma. Ai kembali menukmati alunan melodi yang terdengar dari kotak musiknya, ia menutup matanya dan merasakan aura yang ada di sekitarnya.

“Aku kangen kamu Bisma ..”ucap Ai dengan memeluk kotak itu. 
Bisma yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon langsung tersenyum dan melangkah keluar menuju satu wanita di hadapannya. Wanita yang sangat dicintainya.
“Aku juga merindukanmu, Ai”ucapnya pelan di telinga Ai dengan tersenyum.Spontan Ai tercengang dan segera berbalik didapatinya Bisma sudah berada di belakangnya. Bahkan jarak mereka kini sangat dekat.
“Benarkan kamu merindukanku?”tanya Bisma begitu dia sudah berdiri dihadapan Ai. Ai hanya mengangguk lalu memeluk Bisma erat. Bisma terkejut dan bahagia sekaligus dengan anggukan itu, dia langsung membalas pelukan Ai sambil mengelus rambut Ai penuh sayang. Setelah berapa menit Bisma merenggangkan pelukannya dan menatap Ai dalam.
“I heart you“ucapnya lembut lalu mencium kening Ai.
“I heart you too. Terimakasih atas semuanya, Bisma :) “sahut Ai yang langsung disambut pelukan hangat Bisma
Mereka terus berpelukan hingga sadar mereka masih berada di teras rumah. Mereka segera masuk, Ai segera membuatkan Bisma minuman kesukaannya dan mereka terus berduaan di depan hingga Bisma pamit pulang karena tidak ingin mengganggu Ai dan merasa tidak enak berada di rumah wanitanya begitu larut. Sekali lagi Bisma mengecup kening Ai dan naik serta mengarahkan motor ninjanya menuju rumahnya. Bisma terus tersenyum karena semuanya, sepertinya usaha Bisma berhasil. Sebuah kotak cintanya telah diterima Ai dan ia yakin kotaknya itu akan disimmpan Ai selamanya :)





Buat yang mau komen langsung cus ke bawah yaaa~ atau langsung ke twitter ane ya gan, sist ;) - @BlueRanisa