Wednesday, July 3, 2013

Masuk Kuliah! Hippie~

Kayaknya waktu itu pengen banget cepet-cepet liburan sama yang lain, jadi saya ditinggalkan sendiri, hiks. Sudah pergi itu kata santai dan tidaur seharian. Yang ada sekarang jadwal kuliah dan buku-buku kuliah yang sudah menunggu untuk dibaca dan dipelajari. Sebelum cerita tentang kuliahnya, saya mau memulai tulisan blog kali ini dengan bagaimana saya bisa daftar di Diploma IPB.

Malam itu saya sedang browsing tentang IPB di rumah, niatnya sih nge-search segala macam cara masuk IPB. Saya mulai buka segala macam tab, mulai dari google, website IPB sampai twitter. Iya beneran twitter, saya hyobi cari informasi via twitter, karena menurut saya zaman sekarang siapa sih yang tangannya nggak gatel ngeliat social media? Dari anak TK sampai orang tua, orang biasa sampai pejabat bahkan presiden, paling demen deh kalau nge-tweet.
Oke udah segitu aja prolognya, ayo kita lanjut lagi.

Pas lagi berselancar di mbah google nemulah saya satu artikel tentang pendaftaran USMI DIPLOMA IPB di salah satu website MAN di Bogor. Pas ngeliat itu sebenarnya sempat ragu karena ada kata diplomanya, cuma karena saya dasarnya kepo banget sama IPB, ya di klik juga link nya. Muncullah sebuah website dengan gambar hasil scan dari kertas undangan USMI IPB. Setelah saya baca sekilas, saya langsung bilang kepada bunda dan ayah, bagaimana kalau saya daftar kesana. Tapi saya sebelumnya mengecek dahulu apakah sekolah saya, SMA Negeri 70 Jakarta mendapatkan undangan dari IPB, karena kakak kelas saya tidak ada yang pernah memilih IPB sebagai tempat kuliah, karena kebanyakan akan lebih memilih UI atau ITB, paling jauh ya UGM.

Saya sms guru bimbingan konseling saya, Bu Ros malam itu juga, dan beliau memberi tahu bahwa memang ada undangan USMI, tapi tidak diumumkan karena seperti saya bilang tadi selain yang mengundang IPB, programnya pun jarang diminati oleh siswa sekolah saya karena hanya akan bergelar diploma dan beliau meminta saya untuk menemui beliau besok di ruangannya jika saya berminat.

Keesokkan harinya pada jam istirahat, saya langsung ke ruangan BK yang letaknya di gedung sebelah, saya temui beliau dan bilang maksud saya. Beliau memastikan kembali apakah saya yakin akan mengambil jalur diploma? Beliau juga mengatakan bahwa deadline pengiriman adalah tanggal 5 Februari 2014. Itu berarti besok, pikir saya. Saya dengan mantap meminta formulir tersebut dan sekalian meminta menelpon bunda saya, apakah dia bisa menjemput saya hari itu agar segera pergi ke studio foto dan memfotokopi keperluan-keperlian yang dibutuhkan.

Setelah istirahat kedua, bunda kira-kira tiba di sekolah. Saya diminta melapor ke ruangan piket terlebih dahulu sebelum pulang bersama bunda. Ya, salah satu tata tertib sekolah saya pulang cepat harus ditemani atau diketahui orang tua dan guru yang megizinkan pulang wajib menandatangani sebagai sakti dan pemberi izin, setelah itu baru di cap oileh guru piket. Setelah mendapat izin, saya dan bunda langsung segera melengkapi syaratnya, dari foto sampai fotokopi dan mengurus surat rekomendasi ke sekolah. Tapi karena beberapa berkas harus ditandatangani oleh wali, maka saya membawa pulang kembali berkas tersebut agar ditandatangani oleh ayah saya malamnya.

5 Februari 2014, bunda saya baru ingat kalau harus men-transfer uang pendaftaran sebesar Rp 200.000 ke rekening BSM. Maka setelah mengantarkan saya ke sekolah, bunda langsung pergi ke bank BSM di Melawai. Dan segera ke sekolah karena slip setorannya diperlukan sebagai bukti pembayaran dan harus dimasukkan ke dalam amplop yang akan dikirim oleh sekolah. Setelah semua data lengkap, saya langsung menyerahkannya kepada Bu Ros dan beliaulah yang mengirimkan semua berkas serta meminta cap sekolah.

Hari berlalu dengan sangat cepat, ujian nasional dengan soal yang tidak mudah sudah selesai saya kerjakan, berarti ini saatnya saya libur seminggu sebelum intensif SBMPTN di tempat les dimulai. Intensif SBMPTN berlangsung setiap hari dari pagi sampai sore bahkan bisa sampai malam.

Suatu hari ketika saya tiba di rumah, nenek saya mengatakan ada paket buat saya, dan ketika melihat depannya saya langsung membukanya dan saya baca isi dari map hijau diploma satu persatu dan ada kata DITERIMA disana. Saat itu saya langsung bersyukur dan menelpon kedua orangtua saya yang masih di kantor masing-masing saat itu. Malamnya saya jelaskan dan saya bilang kalau ada yang harus dibayarkan.

Oke skip aja cerita malam itu, karena bakal panjang banget. Nah ahri registrasi tiba, saya berangkat dari rumah jam 4 pagi dan sampai disini jam 7.30, kami bertiga langsung ke bagian pendaftaran dan saya menunggu di antara siswa-siswa yang keterima lewat jalur USMI sementara kedua orangtua saya sudah masuk ke gedung lain untuk penjelasan dari pihak IPB. Saya saat itu mendapat nomor 90, dan saat nomor saya dipanggil, saya kira saya langsung periksa berkas, taunya saya harus cek tinggi dan berat badan dulu di lantai satu dan cek lagi di lantai dua, setelah itu saya menunggu dipanggil karena untuk gizi, hanya boleh satu dosen yang memeriksa. Setelah periksa berkas saya masih harus meminta cap buat KTM, pengukuran jaket, pembukaan buku tabungan baru, lalu tes urin dan kesehatan di lantai tiga serta tak lupa ada sosialisasi dari para staff KOMDISMA dan polisi.

Ada waktu 6 hari sebelum saya masuk hari pertama kuliah, sebenarnya tanggal 30 Juni itu kemarin saya belum kuliah sih, hanya saja ada pengarahan dan pengukuran baju. Nah hari kamisnya lah jadwal saya pertama kali, sebenarnya sama aja sih waktunya sama sekolah yang bikin berasa beda itu adalah ngekosnya hehehe.

Kenapa ngekosnya? Karena ini pertama kali lepas dari orang tua, emang sih Jakarta Bogor dekat tapi kan nggak mungkin bolak balik tiap hari kan ya, tapi pengen sih biar sahur buka terjamin hahaha. Mulailah saya selama yang saya bisa berburu perlengkapan buat ngekos.

Hari pertama kuliah, jadwal kuliah saya hanya satu, yaitu kuliah Aplikasi Komputer di ruang CB B03. Saya berangkat dari Jakarta pagi setelah subuh dan sampai sini jam 7 pagi, berasa sih perjuangannya tapi keretanya cepet dan nggak ramai jadi tidak keringetan. Setelah belajar 50 menit saya langsung menuju kosan dan istirahat

Hari kedua, jadwal kuliah saya sudah seharian penuh, dimulai dengan praktikum Aplikom di CA Ko 1,3 dilanjutkan praktikum Ilmu Dasar Gizi di CA K05 dan setelah itu masih ada kuliah Aplikom di CA B03. Dan setiap hari akan seperti itu, semua dimulai jam 7 pagi dan selesai jam 5 sore. Terkesan sadis sih, secara lagi puasa tapi lumayan kalau sudah lulus dua mata kuliah ini bisa sedikit nyantai di semester satu. Jadi pagi tadi saya dengan semangat bangun sahur dan langsung mandi terus buru-buru ke kampus naik angkot dengan semangat menerima ilmu baru dan berkenalan dengan teman-teman baru :)

Kesan saya di minggu pertama kuliah memang ada rasa capek mungkin karena udah biasa nyantai tiba-tiba otaknya dipakai mikir seharian penuh, secara biasanya pas liburan otaknya dipakai buat main game online hahaha. Tapi saya tetap percaya semua pasti butuh perjuangan, bahkan mie instan aja butuh proses sebelum didistribusi dan beredar di pasaran.

Yang pasti sebagai mahasiswi, sekarang saya harus mulai membiasakan bangun pagi dan kembali mengatur waktu agar saya bisa belajar dengan baik biar nilai ujiannya A dan tetap aktif kayak di SMA dulu. Dan yang paling penting saya pengen jadi pengusaha makanan bergizi di Indonesia biar nggak banyak snack nggak sehat beredar di pasaran.

Post a Comment