Sunday, April 29, 2018

#ULASANIS GRANOLA LOKAL - EAST BALI CASHEWS [REVIEW]

Hi Fellas!


Kali ini aku membahas salah satu makanan karya anak bangsa yang cantik banget.

Sesungguhnya aku 100% jatuh cinta sama kemasannya yang ciamik dan menurutku super niat.


sesuai dengan judulnya, makanan ini adalah....


[foto tampak depan granola]

Pandangan pertama ketiga dapet paket ini adalah, "KEMASANNYA CANTIK BANGET! WAH IMPORT KAYAKNYA"

dan jeng jeng jeng ternyata pas dibalik adalah karya anak bangsa di Denpasar Bali dan baru nyadar pas liat tampak depan nama brandnya East "Bali" Cashew, mau lihat penampakan lebih dekat? 


[foto tampak depan, belakang dan ki ka]

Cantik kan?


Ini adalah kemasan besarnya, 400 g dengan satuan porsi 60 g, jadi bisa 6-7 porsi. Ukuran porsinya kalau dibandingkan dengan bulpoin adalah 3/4 nya.

Kandungan porsi Granola ini adalah:
___ Kal Energi
____ g Karbohidrat
____ g Protein
___ g Lemak
Tidak ada tambahan vitamin A



Menurutku ini jadi salah satu poin positif yang bikin ini jadi terkesannya berkelas dan tidak hanya berupa karya anak bangsa biasa yang UMKM gitu.



Harganya berapa?

Kalau berdasarkan lemonilo.com harganya adalah Rp 65.000

🌟 8/10.



Kelebihan:

💦 Kemasannya cantik untuk sebuah UMKM
💦 Rasa jahe dan gula merahnya sungguh menggoda
💦 Oatsnya banyak dan super krispi!
💦 Harganya untuk kemasan dan rasa menurut aku worth it


Kekurangan:

💦 Kandungan gulanya lumayan banyak 14 g gula/60 g porsi
💦 Granolanya mudah hancur 

Maka kalau kamu merasa cocok, punya pertanyaan dan apapun tentang camilan yang satu ini, bisa langsung ke East Bali Cashew. Oiya mereka juga sering ada booth/bazaar di Jabodetabek, jadi tinggal beli disana dan tanpa ongkos kirim hehehe.

Tuesday, March 13, 2018

RAHMA ANISAH - TUGAS ANALISIS REGRESI

Assalamualaikum Pak Idrus Jus'at,

Dengan hormat,

Tulisan blog ini merupakan tulisan khusus tugas Mata Kuliah Analisis Regresi Sesi 11. Bapak dapat melakukan pengecekan tugas dengan me-klik 2 kali pada tugas yang ingin diperiksa

Tugas Pertemuan  1  - Hipotesis dan Uji T (dependen-independen)
Tugas Pertemuan  2  - Uji F menggunakan excel (halaman 31-33)
Tugas Pertemuan  3  - (tidak ada tugas)
Tugas Pertemuan  4  - Persamaan Regresi Garis Lurus, Uji Kualitas Garis Lurus dan Interprestasi
Tugas Pertemuan  5  - Persamaan Regresi Garis Lurus, Uji Kualitas Garis Lurus dan Interprestasi
Tugas Pertemuan  6  - Analisis Varians (BAB IV) Hal. 85-88
Tugas Pertemuan  7  -
Tugas Pertemuan  8  -
Tugas Pertemuan  9  -
Tugas Pertemuan 10 -
Tugas Pertemuan 11 -
Tugas Pertemuan 12 -
Tugas Pertemuan 13 -
Tugas Pertemuan 14 -

Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Wasalam,


Rahma Anisah
NIM. 20170302128

Tuesday, November 28, 2017

FESTIVAL RELAWAN 2017

Hi Fellas!

Jakarta pagi itu sangat sejahtera, macet yang biasanya muncul di Sudirman-Thamrin tidak terlihat. Hari Selasa, 28 November 2017, Tim Aksi Baik (gabungan Indorelawan, Campaign.com, dan Indonesian Future Leader) mengumumkan tanggal perhelatan puncak Bulan Relawan Nasional 2017.


FESTIVAL RELAWAN 2017

Kegiatan ini merupakan pesta serta wujud apresiasi untuk para pahlawan tanpa bayaran yang sudah merebak di Indonesia. Acara ini dipersembahkan oleh Tim Aksi Baik, Wardah Beauty, KEMENPORA RI dan puluhan organisasi sosial kerelawanan yang telah ada di Indonesia. Acara ini adalah tahun kedua perhelatan para Relawan Indonesia, mengusung tema Gotong Royong Untuk Indonesia
"Kemenpora ingin mendorong pemuda-pemudi Indonesia untuk semakin giat melakukan kegiatan-kegiatan baik, bersama bergotong royong untuk kemajuan Indonesia. Sudah saatnya orang muda memegang kontribusi besar untuk membangun negeri kita ini" -Ibnu Hassan-
Kenapa Bulan Relawan Indonesia ditentukan pada Bulan Desember?

  • Karena bulan Desember merupakan bulan yang penting, terutama dengan adanya peringatan Hari Kerelawanan Sedunia pada tanggal 5 Desember. Bagi Indonesia, bulan Desember memiliki peristiwa bersejarah tersendiri, yaitu peristiwa Tsunami Aceh yang diperingati pada tanggal 26 Desember.

Acara tahun ini akan diadakan berapa lama?

  • Bulan Relawan Nasional disusun dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 16 November - 23 Desember 2017. Rangkaian kegiatan meliputi road to Bulan Relawan Nasional dengan berbagai pelatihan dan aktivitas, press conference, serta ditutup dengan Festival Relawan sebagai acara puncak.
Festival ini akan mengajak kolaborasi langsung lebih dari 50 organisasi sosial yang ada di Indonesia. Jadi kalian bisa langsung bertemu dan belajar dengan mereka yang peduli dan ahli di bidangnya. Organisasi yang akan ada di acara ini adalah:
  1. Gerkatin Kepemudaaan
  2. Indoreadgram

Kegiatan ini tidak hanya tentang komunitas kerelawanan, tapi juga akan ada panel dan kelas yang keren untuk menambah wawasan kamu serta ada pameran fotografi kolaborasi dr. Tompi dan beberapa komunitas fotografi di Indonesia yang akan menyuguhkan indahnya "Wajah Relawan Indonesia".

Nah penasaran kan bagaimana cara daftarnya?
Cara daftarnya mudah kok.

  1. Buka link http://bulanrelawannasional.com/register
  2. Silahkan daftar dengan akun email kamu atau bila punya akun Indorelawan juga bisa langsung
  3. Maka otomatis nama kamu akan terdaftar sehingga mendapatkan bangku untuk hadir ke acara ini.
  4. Kalian bisa cek email kalian untuk aktivasi dan verifikasi.
  5. Semua info berupa undangan dan mekanisme hari H akan dikirimkan langsung ke email kalian
  6. Kalian juga bisa membawa donasi berupa baju-baju dan buku bekas layak pakai untuk kaum Dhuafa serta perpustakaan adik-adik kita kelak.

Wednesday, April 26, 2017

#BIRUCUAP : Si Kecil Pengoda, Malas.

Satu kata penghancur dunia menurut saya adalah ....

MALAS

Ya. Malas bisa bikin rencana yang udah dibuat, atau bahkan diimajinasikan tertunda bahkan gagal.
Malas sendiri bisa menyebabkan kita melakukan banyak hal negatif. Sebenarnya apa sih yang bisa bikin kita jadi malas?

Menurut saya, ini beberapa penyebab malas dan solusinya.

  1. Stres, Penyebab ini biasanya yang paling sering menjadi tekanan manusia. Banyaknya tekanan pada sehari-hari manusia zaman sekarang biasanya membuat kita makin sering menemui kata stres. Kalau sudah stres, saya sarankan beri tubuhmu liburan sehari saja, bisa dengan makan enak, main ke taman atau bahkan bertemu keluarga
  2. Tugas dan Jadwal Padat. Malas biasanya mudah sekali muncul saat kita sedang memiliki jadwal yang padat dan tugas yang banyak dari tempat belajar. Maka dari itu, coba buat skala prioritas pada keseharianmu agar kamu tidak terlalu panik ketika tidak dapat melaksanakan hal sesuai jadwal.
  3. Motivasi turun. Solusi dari hal ini adalah buat kutipan kutipan singkat serta pajang impianmu di tempat yang bisa kamu lihat seperti di pintu kamar dan lainnya. Jadi setiap kamu malas kamu bisa melihat tulisan itu dan kembali semangat menggapai mimpimu.
  4. Manajemen diri yang rendah. Pasti pernah kan minimal sekali seumur hidup terlambat? Nah itu boleh, tapi kalau keseringan itu namanya kamu kurang disiplin pada dirimu sendiri.
  5. Tidak terampil. Kalau kamu merasa kamu malas karena alasan tidak bisa atau tidak jago dalam hal tersebut, coba baca buku-buku, apalagi zaman sekarang semua tips sudah bisa didapatkan di google.
  6. Perfeksionis. Penyebab malas yang satu ini biasanya karena berfikiran semua punya waktunya sendiri. Kalau kamu memiliki fikiran itu, berarti kamu akan dengan siap membuka pintu untuk kemalasan. Tenang aja, kesempurnaan itu hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, manusia sebagai makhluk ciptaannya harus bisa berusaha agar dapat berguna di akhirat kelak.
  7. Malas Gerak! Tipe yang satu ini solusinya cuma satu, BERGERAKLAH DARI KASURMU! Coba pergi ke kamar mandi, cuci muka, tangan dan kakimu bahkan kalau kamu muslim berwudhu' lah, karena dengan mencuci anggota gerakmu kulitmu akan kembali segar sehingga memberi sugesti semangat ke tubuh.

Jadi sekarang dari 1-7, ada berapa penyebab malasmu? Kalau kamu memiliki lebih dari 1, maka ayo bergerak sekarang dan lakukan solusimu, bisa dengan cara saya atau bisa dengan caramu sendiri. Selalu katakan pada diri sendiri:
"Kalau bukan sekarang, kapan lagi?"

Tuesday, April 25, 2017

#BIRUCUAP : Mahasiswa Tingkat Akhir

'TAHU BULAT DIGORENG DADAKAN LIMA RATUSAN MASIH HANGAT GURIH GURIH NYOY'

Kalimat itu biasanya disertai instrumen khas yang hampir setiap hari aku temuin dimanapun aku berpijak di ibukota negRI ini dan sekitarnya.

Tahu bulat memang salah satu inovasi makanan yang cukup cepat meraih hati penggemarnya. Tahu bulat itu sebenernya cuma makanan dari bahan kedelai yang dibentuk bulat. Sesuai dengan namanya, tahu bulat itu enaknya dimakan hangat hangat, karena kalau udah terlalu lama kena udara ruangan, bentuknya bakal berubah menjadi tahu keriput.

Tahu bulat itu sama seperti dosen. Sama sama dadakan dan hangat.
Ketika mahasiswa tingkat akhir masuk ke masa-masa ini, biasanya tipe mahasiswa langsung jadi ada 5 streotipe.

Pertama, Si Apa-Apa Aja Siap. Tipe ini biasanya yang mencoba mempersiapkan semua lebih awal. Dari mulai laporan, bikin judul bahkan mungkin dia selalu memastikan apa yang dia persiapkan sudah cukup sehingga waktu di ajak ketemu dosen langsung bisa bilang kayak spongebob, Aku Siap Aku Siap Aku Siap!

Kedua, Si DagDigDug. Tipe ini biasanya udah mulai punya rencana bahkan sampai biki To Do List, tapi sayangnya dia itu selalu kurang pede sama hasil kerjaannya sehingga pasti ada aja yang bikin dia pingin ngerubah karyanya. Yang tipe kayak gini biasanya mengandalkan opini orang lain untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Ketiga, Si Penikmat Hidup. Tipe ini ya kalau gak dipanggil dosen, dia bakal santai aja, yang ada dia malah bikin rencana liburan selagi senggang dengan pemikiran "toh belum dikabarin". Tipe ini juga biasanya paling demen ngajak teman-temannya liburan, dari mulai yang murah sampai yang budgetnya lumayanlah. Temen mainnya dari mulai teman biasa sampai teman special yang pakai telur 5 dengan karet 2.

Keempat, Si Mata Elang. Tipe ini biasanya dia ngerjain tugas akhir kuliahnya sekalian mempersiapkan pendamping wisudanya, mulai dari teman tk sampai teman jauh dia gebet dah. Ya walaupun biasanya belum ada status, minimal ada yang kasih ucapan selamat dan bunga kan pas keluar ruangan wisuda.

Kelima, Si Anak Hilang. Tipe ini biasanya tipe yang paling lama lulusnya. Soalnya tiap dikabarin dosen ada aja alasannya. Mulai dari ini itu a sampai z. Tipe ini biasanya juga baru sadar kalau dia udah di posisi satu-satunya yang belum lulus.

Jadi kamu termasuk yang mana, Sobat?

Monday, April 24, 2017

#BIRUCUAP : Keluarga Kampus

"Kamu ngapain hari libur ke kampus?"
"Kamu ngapain si riweuh ini itu?"
"Udah mau lulus kali"
"Move on lah, masih aja"

Oke. Kalimat terakhir ambigu.

Tapi sebenernya hari ini saya akan bercerita, kenapa saya tetap memilih bergerak dan peduli di lingkungan kampus ini meski ini tahun terakhir saya di fakultas ini.

Tujuan saya ikut organisasi kampus ada dua, yaitu keluarga dan penasaran.
Ya, saya ingin ada keluarga di kampus yang bisa membantu saya ketika homesick, atau ada masalah lainnya. Saya juga penasaran dengan perbedaan organisasi kampus dan sekolah, karena saya dari dulu anaknya memang tidak betahan di dalam kamar (kecuali lagi ada virus malas menghadang).

Selama saya hampir tiga tahun di kampus rakyat, saya belajar melihat dari banyak sisi.
Saya belajar kuat berdiri ketika saya dijatuhkan.
Saya belajar melawan rasa kangen walaupun jarak saya dan rumah mungkin tidak seberapa.
Saya belajar menghargai dan berbagi yang lebih dari yang saya pernah lakukan.
Saya belajar membagi waktu yang tidak pernah cukup 23 jam 57 menit 54 detik itu.
Saya belajar merasakan suka duka anak kos yang struggle.
Saya belajar merasakan Indonesia kecil di kampus rakyat ini.
Saya belajar banyak hal lainnya.

Untuk kamu, yang akan memasuki kuliah dan untuk kamu yang masih memiliki waktu lama di lingkungan ini. Mari bergerak, Dek. Organisasi bukan hanya yang serius-serius doang, yang harus bikin ini itu dengan besar. Mulailah organisasi kampusmu, keluarga kampusmu dari hal kecil. Mulailah menggapai hal-hal yang orang lain belum tentu bisa. Satu kebanggaan yang mungkin akan terukir kelak adalah akan selalu ada cerita ketika anak cucumu nanti bertanya seperti apa masa kampusmu.

Untuk keluarga kampus, terima kasih atas waktunya. Semoga kalian tidak pernah bosan dan tetap bersemangat juang demi kebahagiaan hidup. Terima kasih atas semua ajarannya, dan mari menyongsong hari baru dengan semangat empat-lima demi mengisi kemerdekaan Indonesia.

Salam Calon Kangen,
Si Penyapa Semua

Sunday, April 23, 2017

Kita Tetap Sama

Banyak orang yang berkata ibukota sedang perang agama.
Banyak orang yang bilang kaum minoritas tidak lagi aman disini.
Banyak orang menulis tentang agamanya sendiri.
Tiga hal diatas adalah postingan yang paling sering muncul di sosial media saya.

Tapi bagi saya, itu semua semu.
Saya tumbuh dari keluarga lingkungan yang kaya akan agama, hingga saat ini saya masih bisa merasakan kasih sayang tanpa memandang agama setiap saya pulang ke rumah nenek saya.
Tolong menolong antar manusia selalu terjalin di lingkungan hidup saya.

Sebagai contoh,
Hari ini hari Minggu, salah satu mantan tetangga nenek saya (sekarang rumahnya sudah pindah ke Timur ibukota) melangsungkan pernikahan anak ketiganya di gereja depan komplek rumah.
Saya dan nenek sudah menelpon duluan pengurus gereja dan pastor (nomernya tertera di undangan) untuk menanyakan rangkaian acaranya, karena memang sebagai muslim saya tidak dibolehkan untuk tidak ikut beribadah di tempat ibadah agama lain.

Sekitar pukul 09.45 WIB kami berjalan menuju gereja itu, acara baru saja selesai dan rangkaian terakhir hanya foto-foto dan pelepasan merpati.
Begitu masuk gereja satu yang saya kagumi, di dalam gereja tidak hanya pemeluk agama tersebut saja, namun juga banyak tetangga saya yang muslim ikut hadir dan ingin memberi selamat kepada kedua mempelai serta keluarga.

Perasaan haru membawa saya ketika melihat tetangga saya saling hadir menemani temannya, ada yang bercerita tentang lampau ada pula yang mulai bercerita tentang banyak cucu (maklum nenek sama kakek yang datang). Bahkan pemberkatan anak tetangga saya ini, dibantu penjagaannya oleh keamanan setempat serta para ahli agama. Melihat kejadian langka itu menyadarkan saya, Jakarta bukanlah tempat permusuhan beda agama, tapi Jakarta adalah Indonesia dimana semua agama itu memiliki haknya sendiri. Dimana setiap orang yang hidup dapat memilih kehidupannya sendiri.

Kita tetap sama. Kita tetap Indonesia. Mungkin kita mengira kita berubah tapi cobalah lihat kembali ke dalam hati masing-masing, yakinkah kamu berubah? Atau kamu hanya terbawa suasana? Ibukota Indonesia yang tau saat ini masih sama dengan Ibukota dimana saya tumbuh. Ibukota dimana setiap pilkada mulai bermunculan isu-isu pemecahan, kebetulan saja tahun ini tentang agama.

Tapi kawan, cobalah kembali melihat sekitarmu, kalau kamu minoritas ada berapa orang mayoritas yang melakukan hal baik untukmu? Kalau kamu mayoritas ada berapa orang minoritas yang melakukan hal baik untukmu? Apakah perbandingannya besar? Kalau iya, berarti kamu telah membuktikan pada dirimu Indonesia tetap sama dengan saat kemerdekaan dideklarasikan. Tanpa pandang bulu, agama, suku, ras, dan kepentingan, kita pasti akan bersatu demi satu tujuan yaitu Indonesia. Kalau jawabannya tidak, cobalah kamu kembali renungkan sudah seberapa banyak kamu mengenal sekitarmu?